Eddy Soeparno

Terkait Polemik Sekjen PAN Serahkan Urusan Oposisi atau Gabung Pemerintah kepada Ketum, Ini Penjelasannya!

Terkait postingan Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Amanat Nasional (PAN) yang menyatakan penentu arah politik partai oleh Ketua Umum, ternyata banyak disalahartikan dan mendapat sejumlah kritikan dari beberapa kader di daerah, bahkan oleh DPW PAN Jawa Tengah.

Pernyataan tersebut diunggahnya pada akun resmi Instagram milik Partai Amanat Nasional (PAN). Dalam postingan tersebut, urusan oposisi atau mendukung pemerintah, diserahkan kepada Ketua Umum yang memiliki mandat menentukan arah dan tujuan PAN.

Ia menulis,

“Saudaraku, Pilpres 2019 telah selesai. Kita punya banyak agenda politik penting dari sekadar berdebat di grup WhatsApp atau sosmed tentang oposisi atau mendukung pemerintah. Urusan ini serahkan ke Ketum yang memiliki mandat untuk menentukan arah dan tujuan kapal besar yang bernama Partai Amanat Nasional.

Kini, waktunya kita untuk mengurus dan membesarkan PAN kembali. Bagi kader di provinsi dan kabupaten/kota yang akan memiliki DPR yang baru, kita fokus untuk mendapatkan posisi strategis dan terbaik di legislative daerah.

Bagi mereka yang menyelenggarakan Pilkada di tahun depan, segera kita berbenah dan menyeleksi kader atau paslon terbaik yang mampu mengemban amanat masyarakat untuk berbakti dan bekerja sungguh-sungguh memajukan daerahnya.”

 

Lantas, apa maksud pernyataan Eddy Soeparno? Berikut penjelasan dari tokoh tertinggi nomor 2 di PAN ini;

Arah koalisi hanya ada di tangan Ketum?

Tidak. Maksudnya, biarkan Ketum nanti melakukan kajian dan komunikasi politik yang diperlukan. Kita serahkan ke Ketum terkait urusan komunikasi politik ke semua pihak.

Apa landasannya?

Berdasarkan kongres PAN, kita memberikan mandat kepada Ketum yang berhak melakukan komunikasi politik. Intinya, kita berikan mandat kepada Ketum untuk melakukan segala sesuatu yang diperlukan.

Apa itu?

Antara lain komunikasi politik, silaturahmi politik, dan lain-lain terkait arah politik PAN ke depannya. Nanti pada saat Rakernas PAN dibahas untuk kita putuskan berdasarkan ketentuan AD/ART.

Apa komunikasi politiknya sudah berjalan?

Itu tidak pernah putus. Kami selalu bicara dengan para tokoh politik dan parpol. Semua kami bicarakan secara intens dan tidak pernah ada kata putus di dalamnya.

Apakah komunikasi dengan akar rumput PAN juga sudah dilakukan?

Begini, terkadang sebenarnya bukan grassroot, sebab mereka itu paham dinamika PAN. Namun ada satu, dua, tiga PAN yang tidak paham, tapi maunya marah-marah. Nah, ketika saya tampilkan status tersebut di Instagram saya, mereka ini belum paham tapi bawaannya langsung marah-marah. Maka dari itu saya jelaskan secara detail.

Apa yang dijelaskan?

Kita berikan Ketum mandat untuk melakukan komunikasi politik dengan parpol lain yang diperlukan, guna menentukan mana arah terbaik PAN ke depannya. Kemudian di Rakernas PAN kita bahas. Alhasil, kita putuskan berdasarkan AD/ART yang ada di Rakernas nanti.

Permintaan akar rumput PAN cenderung ke koalisi pemerintah atau oposisi?

Tak ada kecenderungan, maksudnya banyak perkembangan yang sekarang sedang kami dengarkan. Opsinya macam-macam, tapi banyak informasi yang berkembang belum tersampaikan ke akar rumput.

Mereka sepertinya sudah tahu…

Informasi itu disampaikan hanya melalui sosial media dan komunikasi antargroup-group WhatsApp yang banyak tidak akurat. Bahkan, ditanggapi emosi para kader tentang hal-hal yang sesungguhnya tidak seperti yang mereka pikirkan.

Terkait permintaan DPW PAN Jateng agar PAN oposisi, bagaimana itu?

Silakan saja menyampaikan itu. Toh, nanti kita akan bahas di Rakernas. Kami dengarkan semua masukan yang ada. Kami akan tamping semua aspirasi yang berkembang.

Apakah pertimbangan plus minus koalisi atau oposisi sudah dipertimbangkan?

Sedang kami pertimbangkan. Ya, semua opsi ada manfaat dan mudaratnya. Sekarang kami timbang-timbang yang paling baik manfaatnya untuk PAN ke depan seperti apa. Pertimbangan tersebut demi kebaikan  dan dampak positif yang paling berguna untuk PAN. Khususnya, bagaimana PAN mendapatkan dampak positif pada electoral 2024. Keputusan apapun harus berdampak positif.

Apakah pernyataan Amien Rais berpengaruh bagi PAN?

Sosok Pak Amien itu, bagaimanapun juga beliau adalah pendiri partai yang selama ini selalu konsisten dengan kebenaran, maka kami dengar.

Kapan PAN akan melakukan Rakernas?

Kami targetkan dan berharap Agustus. Tapi, tetap melihat perkembangan politik. Silaturahmi dan komunikasi politik terus berjalan. Kami harus melakukan komunikasi yang sangat cair, setidaknya bertujuan mendapatkan hasil optimal untuk PAN.

Ada harapan Rakernas PAN dilakukan sebelum Presiden terpilih dilantik? Supaya diajak masuk kabinet?

Begini, Rakernas PAN dengan pelantikan Presiden itu waktunya berbeda. Rakernas PAN sesuai dengan waktunya yang dianggap paling pas. Sedangkan pelantikan Presiden Oktober mendatang. Jadi, tidak terkait satu sama lain.

 

Sumber : Harian Rakyat Merdeka (Senin, 29 Juli 2019)