Eddy Soeparno

Soal Ratna Sarumpaet, Sekjen PAN: Apakah Tidak Ada Persoalan yang Lebih Penting untuk Dibahas

sekretaris Jendral Partai Amanat Nasional (PAN), Eddy Soeparno, berkomentar pasca kasus Ratna Sarumpaet yang menyebarkan kebohongan soal dirinya.

Hal ini diungkapkan Eddy melalui Twitter miliknya, @eddy_soeparno, Sabtu (6/10/2018).

Eddy merasa saat ini seakan harus menerima pemberitaan dari kebohongan Ratna Sarumpaet selama berhari-hari.

Eddy Soeparno juga meminta masyarakat untuk berprasangka baik atas kasus Ratna ini.

“Kita kok seakan terkooptasi dg peristiwa #KebohonganRatna selama berhari-hari?.

Apakah tidak ada persoalan yang lebih penting dan konstruktif dibahas di ranah publik? Sudah saatnya kita #MoveOn dan ber #husnuzon dengan sesama anak negeri,” kicau Eddy Soeparno.

Karena Ratna telah mengakui kebohongannya, pada Rabu (3/10/2018), namun hingga kini polemik soal dirinya masih saja bergulir.

Sebelumnya, Eddy juga sempat berkomentar pada kasus kebohongan Ratna.

Dirinya merasa geram dengan pengakuan Ratna.

“Kemarin kami geram dan prihatin mendengar cerita penganiyaan terhadapmu. Hari ini kami geram dan prihatin mendengar kebohonganmu. Teganya engkau. #KebohonganRatna,” kicau Eddy Soeparno.

Ia juga mengatakan walaupun kasus Ratna menimbulkan kehebohan di ruang publik, Eddy meminta untuk tidak lupa dengan korban Palu, Donggala.

“Di tengah hoax yang kemarin sempat menimbulkan sedikit kegaduhan, semoga kita tak lupa dengan saudara2 kita di Palu, Donggala, Mamuju dan sekitarnya.

Saudaraku, ayo kirimkan banyak do’a dan bantuan untuk meringankan beban mereka.

Ingat, mereka membutuhkan kita,” tambahnya.

Sekjen PAN ini juga mempertanyakan pemanggilan Dewan Kehormatan PAN, Amien Rais.

Ia protes politisi seniornya dipanggil untuk diperiksa dalam kasus kebohongan Ratna Sarumpet.

Menurut Elit PAN yang juga wakil ketua Badan Pemenangan Nasional Prabowo Subianto-Sandiaga Uno ini, yang melakukan pembohongan hanya satu orang.

Sementara yang lainnya hanya bersimpati berdasarkan rasa kemanusiaan.

“Bahwa yang berbohong menyatakan berita tidak benar satu orang, tetapi yang lain-lain kok sampai bisa menjadi bagian dari proses ini. Mungkin itu yang bisa saya sampaikan,” kata Eddy di kediaman Prabowo, Jalan Kertanegara nomor 4 Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat, (5/10/2018) yang dikutip dari Tribunnews.

Lebih lanjut ia mengatakan, posisi Amien Rais dan tokoh politik lainnya tidak mengetahui bahwa kabar penganiayaan tersebut ternyata palsu.

Mereka secara naluriah tergerak begitu mendengar kabar penganiayaan yang belakangan ternyata palsu.

“Apa yang dilakukan oleh pak Amien, apa yang dilakukan oleh pak Prabowo itu dilihat dari aspek kemanusiaan.

Aspek kewajaran dan aspek kewarasan itu sah. Seseorang dianiaya apalagi yang bersangkutan adalah bagian dari tim badan pemenangan kita, seorang perempuan, berusia 70 tahun, dianiaya, tentu ada pembelaan,” katanya.

Eddy mengaku tidak tahu mengapa dari sekian orang yang menyuarakan penganiayaan Ratna Sarumpaet tersebut, hanya Amien Rais yang dipanggil polisi.

Dirinya menurut Eddy tidak mau berasumsi terkait proses hukum yang sedang berjalan.

“Saya tidak mau berasumsi, saya tidak mau berspekulasi, pak Prabowo dan pak Amien sifatnya hanya merespons apa yang menjadi ungkapan dari ibu Ratna Sarumpet yang menyatakan bahwa dirinya dianiaya,” pungkasnya.