Eddy Soeparno

Sekjen: PAN Tak Miliki Kesepakatan soal “Reshuffle” dengan Jokowi

Kompas SEKJEN PAN

JAKARTA, KOMPAS.com — Presiden Joko Widodo dikabarkan hendak melakukan perombakan kabinet jilid II. Perombakan itu dilakukan menyusul bergabungnya Partai Amanat Nasional (PAN) ke dalam barisan parpol pendukung pemerintah.

Kabar perombakan itu kali pertama muncul dari politisi PDI Perjuangan, Masinton Pasaribu. Ia bahkan mengungkap bahwa politisi PAN yang akan masuk kabinet adalah Taufik Kurniawan, yang kini menjabat sebagai Wakil Ketua DPR.

Namun, Sekjen DPP PAN Eddy Soeparno membantah kabar tersebut.

“Tidak ada kesepakatan dengan Pak Jokowi seperti yang menjadi rumor itu,” kata Eddy dalam pesan singkat kepada awak media, Jumat (25/12/2015).

Eddy menegaskan, perombakan kabinet merupakan hak prerogatif Presiden Joko Widodo. Selain itu, ia mengatakan, PAN akan menghormati keputusan perombakan kabinet yang nanti dibuat Presiden.

Meski demikian, ia mengatakan, PAN memiliki banyak kader potensial yang sewaktu-waktu siap menjadi menteri apabila memang diberi amanah tersebut.

“Setiap kader PAN pasti siap menjalankan tugas yang diamanatkan partai kepadanya,” kata dia.

Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan telah menyampaikan bahwa partainya mendukung pemerintahan Presiden Joko Widodo. Namun, Zulkifli mengatakan bahwa PAN tetap bersama Koalisi Merah Putih.

Sekretaris Kabinet Pramono Anung mengatakan bahwa Presiden Joko Widodo mempertimbangkan masukan dari masyarakat, pengamat, dan semua partai politik jika akan merombak kabinetnya.

Namun, Pramono menegaskan bahwa perombakan kabinet adalah hak prerogatif yang waktu pelaksanaannya hanya diketahui oleh presiden.

 

Sumber Kompas.com