Eddy Soeparno

Sekjen PAN: Reshuffle Hak Prerogatif Presiden

Kabar akan adanya reshuffle Kabinet Kerja oleh Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla, kembali mencuat. Awal 2017, dikabarkan akan ada pergantian lagi di tubuh kabinet Jilid III.

Selama tiga tahun pemerintahan Presiden Jokowi dan Wakil Presiden Jusuf Kalla, sudah terjadi dua kali perombakan kabinet. Yang pertama terjadi pada Agustus 2015. Pergantian menteri kedua dilakukan Presiden di bulan Juli lalu.

Beberapa pos kementerian, mulai santer disebut akan ada pergantian. Termasuk sejumlah lembaga yang berada langsung di bawah Presiden, akan dilakukan penyegaran.

Isu kocok ulang kabinet jilid III santer terdengar dan mengindikasikan masuknya unsur Partai Gerindra ke tubuh pemerintah. Hal tersebut ditengarai karena hubungan Jokowi dan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto yang semakin dekat dalam beberapa bulan terakhir.

Presiden Jokowi selalu mengatakan untuk mempercepat penanganan masalah ekonomi dan kesenjangan wilayah. Sehingga, kemungkinan besar Reshuffle kabinet jilid III ini akan dilakukan untuk mengoptimalisasi kinerja pemerintah pada 3 tahun sisa pemerintahannya.

Tentunya Presiden menginginkan para menteri ini bekerja lebih cepat, efektif, dan solid, sehingga bisa memberikan hasil nyata dalam waktu cepat.

Menanggapi isu tersebut, Partai Amanat Nasional (PAN) melalui Sekjennya, Eddy Soeparno menyatakan, menyerahkan sepenuhnya kepada Presiden Jokowi terkait dengan isu reshuffle kabinet yang mencuat. Sebab, reshuffle merupakan hak prerogatif Presiden yang harus dihormati.

“Presiden-lah yang paling mengetahui kebutuhan tim yang membantunya menjalankan tugasnya sehari-hari andai kata memang dirasakan perlu adanya penyegaran kabinet,” ujar Sekjen PAN Eddy Soeparno.

Menurut Eddy, kader PAN yang mengisi pos menteri adalah kader terbaik. Karena itu, PAN selalu siap bila terjadi reshuffle.

“Menteri dari PAN adalah salah seorang kader PAN terbaik dan sejauh ini melakukan sejumlah terobosan di kementerian yang dipimpinnya. Kita tidak mau berandai-andai, namun saya perlu sampaikan bahwa kader PAN selalu siap untuk membaktikan tenaga dan pikiran untuk rakyat dan negara Indonesia,” katanya.