Eddy Soeparno

Reformasi Pendidikan, Kesempatan dan Tantangan Indonesia

Di Hari Pendidikan Nasional 2017, wajah pendidikan di tanah air tetap menjadi sorotan. Data Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mencatat tentang masa sekolah yang cenderung pendek.

Data tahun 2015-2016 ada sekitar 946.013 siswa lulus Sekolah Dasar (SD) ternyata tidak mampu melanjutkan ke Sekolah Menengah Pertama (SMP). Hal ini juga diperparah dengan adanya 51.541 orang jumlah siswa tidak lulus di tingkat SMP. Artinya, pada zaman milenial ini khususnya di tahun 2015 hingga 2016, masih ada 997.445 anak Indonesia yang hanya berijazah SD. Belum lagi, sebanyak 3,56 persen penduduk Indonesia atau dari 5,7 juta orang masih buta aksara.

Adapun pada tahun 2016, negara dengan luas 1,905 juta km² ini hanya memiliki 297.368 unit sekolah. Diantaranya terdiri dari 147 ribu unit SD, 37 ribu unit SMP, 12 ribu unit SMA dan SMK. Jumlah ini belum sepenuhnya memenuhi standar minimal bagi operasional pendidikan. Belum lagi menyoal jumlah tenaga kerja pengajar. Dengan demikian, dapat disimpulkan sementara kualitas pendidikan di Indonesia masih buruk.

Menyikapi hal tersebut, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy mengatakan pihaknya bersiap melakukan reformasi pendidikan nasional, baik pada tataran konseptual dan manajerial. “Kami bersiap melakukan reformasi pendidikan nasional baik pada tataran konseptual maupun manajerial. Dalam tataran konseptual, sekarang sedang diupayakan agar karakter kembali menjadi fondasi dan ruh pendidikan nasional,” tuturnya dikutip dari salah satu media pemberitaan.

Reformasi tersebut dapat menjadi sebuah kesempatan besar sekaligus tantangan berat bagi Indonesia, melihat sejumlah fakta miris terkait masih buruknya kualitas pendidikan Tanah Air. Reformasi pendidikan ini juga memerlukan kerja keras dan pengabdian yang tulus seluruh insan pendidikan, termasuk kontribusi masyarakat luas demi mewujudkan kemajuan dan keunggulan pendidikan bangsa.

Di lain pihak, Sekjen DPP PAN Eddy Soeparno menyebutkan pendidikan adalah elemen terpenting dalam kehidupan manusia. Pendidikan mampu membawa perubahan kearah yang lebih baik. Pendidikan merupakan proses tranformasi kesadaran diri untuk menuju sebuah pengetahuan dan perbaikan. Menurutnya, setiap anak bangsa juga wajib mendapatkan pendidikan, tanpa terkecuali. “Diperlukan akses dan kemudahan terhadap pendidikan dan sarana pendidikan bagi seluruh anak bangsa,” tutur Eddy.

Hari Pendidikan Nasional tentunya bukan sekadar peringatan seremonial semata, lebih dari itu peringatan tahunan ini merupakan momentum bagi Bangsa Indonesia untuk mengobarkan semangat baru dalam dunia pendidikan, sehingga pendidikan Indonesia dapat semakin maju kedepannya.

Untuk itu, reformasi pendidikan tanah air perlu didorong guna menghasilkan pendidikan berkualitas dan menghasilkan anak-anak bangsa yang cerdas. Mari lakukan evaluasi diri terhadap sistem pendidikan yang ada dan kobarkan semangat pendidikan Indonesia.

[sip]