Eddy Soeparno

Potret Romantis Caleg, Eddy Seoparno dan Istri Siap Kerjasama Urus Kemaslahatan Bangsa

Salah satu kunci kebahagiaan berumah tangga adalah komunikasi dan interaksi yang nyaman antara suami dan istri. Selain itu adalagi yang tak tak kalah penting ialah selalu bersama-sama saling mendampingi tatkala ada kesulitan. Sebab tidak mungkin ada kebahagiaan bagi pasangan suami istri jika tidak saling berkomunikasi dan lebih asik mendiamkan, padahal mereka hidup bersama di rumah yang sama. Komunikasi dan kesiapsiagaan merupakan bentuk nyata dari keharmonisan keluarga.

Untuk menciptakan suasana keluarga yang nyaman dan harmonis, memang masing-masing pasangan suami istri memiliki ciri dan cara yang berbeda-beda. Misalnya seperti yang dilakukan oleh Sekretaris Jenderal Partai Amanat Nasional (PAN) Eddy Soeaprno dan istrinya.

Meskipun sebagian orang menganggap urusan politik selalu pelik dan membutuhkan waktu yang ekstra sampai rela meninggalkan anak-istri, namun tidak bagi Eddy Soeparno. Kendati Pemilu 2019 akan digelar sebentar lagi, namun hal itu tidak memecah konsentrasi Eddy Soeparno untuk tetap totalitas dengan partai, juga totalitas dengan keluarga. Bahkan, Pria yang mencalonkan diri jadi anggota legislatif DPR RI Dapil Jabar 3 tersebut selalu didampingi oleh sang istri ketika turun ke dapil.

Potret keharmonisan caleg yang akrab disapa ‘Kang Eddy’ dengan istrinya Sawitri Soeparno tersebut mampu menarik simpati masyarakat di dapil bahkan juga tim sukses dari Eddy Soeparno sendiri. Berkampanye dengan menemui warga secara langsung menjadi salah satu cara yang lazim dilakukan para caleg. Cara ini pula yang ditempuh oleh kang Eddy demi menggaet suara di dapil Jabar 3 yang meliputi Kota Bogor dan Kabupaten Cianjur.

Kang Eddy seolah semakin semangat untuk turun ke Dapil karena sang istri pun siap setia mendampingi secara totalitas. Keromantisan kang Eddy dan sang istri seharunya menjadi inspirasi untuk para caleg lain agar senantiasa membawa sang istri bersama-sama menyapa warga. Selain untuk memberi pemahaman kepada istri tentang turun ke dapil, mendengarkan aspirasi rakyat, hal ini juga untuk melatih sang istri bagaimana menjadi orang yang dipercaya oleh masyarakat.

Pepatah bilang, dibalik kesuksesan suami, selalu ada doa dan dukungan dari sang istri, dibalik laki-laki yang hebat, ada wanita yang teramat hebat dan kuat. Rasanya pepatah ini sangat benar bagi orang-orang yang mau menerimanya. Sebab sesungguhnya tidak ada satupun keberhasilan suami tanpa doa dan dukungan istri, demikian juga sang istri. Tidak ada keberkahan bagi istri tanpa ridho seorang suami.

Kita yakin, kesuksesan menjadi seorang pemimpin dimulai sejak suksesnya menjadi kepala keluarga. Sebab keluarga adalah negara yang paling kecil, kalau calon pemimpin, terkhusus calon anggota legislatif tidak bisa mengurus keluarganya, sibuk hura-hura dan main banyak wanita, maka sudah pasti kehancuran Indonesia sudah di depan mata.

Oleh sebab itu, apresiasi yang tinggi untuk kang Eddy dan ibu Sawitri. Semoga mereka selalu istiqomah menju keluarga yang sakinah, mawadah, warahmah. Sibuk berpolitik tak berarti membuat seseorang harus kehilangan momen kebersamaan bersama keluarga. Hal itu yang coba kang Eddy lakukan dengan keluarganya, tentunya juga atas kebesaran hati sang istri yang siap bekerja sama saling mendukung, tidak hanya urusan keluarga tetapi juga urusan kemaslahatan bangsa.