Eddy Soeparno

Potensi Agus-Sylvi Melaju ke Putaran Kedua

Pilkada DKI Jakarta semakin ramai dengan ditetapkannya Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) sebagai tersangka kasus dugaan penistaan agama. Akibatnya banyak pengamat yang memprediksi elektabilitas pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta nomor urut dua ini akan menurun.

Hasil suvei Lingkar Survei Indonesia (LSI) untuk November, elektabilitas pasangan Ahok-Djarot 24,6 persen atau turun 6,8 persen dari bulan sebelumnya. Elektabilitas ini terus turun karena awal 2016, elektabilitas Ahok cukup tinggi mencapai 60 persen.

Namun demikian sesuai dengan peraturan KPU (Komisi Pemilihan Umum), status tersangka yang disandang Ahok, tidak lantas mempengaruhi statusnya sebagai calon Gubernur DKI Jakarta dan haknya untuk tetap berkampanye. Sehingga, untuk pasangan calon yang lain tetap harus bekerja keras untuk segera menyusul elektabilitas dari pasangan Ahok-Djarot tersebut.

Pasangan nomor urut satu Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni meluncurkan tiga program untuk rakyat, yaitu pinjaman dana bergulir Rp 50 juta untuk satu unit usaha, bantuan tunai Rp 5 juta per tahun untuk keluarga tak mampu, dan Rp 1 miliar setiap RW per tahun untuk memberdayakan komunitas.

Sekretaris Jenderal DPP Partai Amanat Nasional (PAN), Eddy Soeparno menegaskan bahwa pasangan Cagub dan Cawagub gubernur DKI Jakarta, Agus Harimurti Yudhoyono dan Sylviana Murni paling digandrungi kaum pemuda Jakarta.

“Tapi tidak ada kenaikan signifikan bagi pasangan Anies-Sandi dan Agus-Sylvi. Tapi yang naik yang belum menentukan pendapat,” ujar Eddy Soeparno.

Eddy Soeparno menjelaskan bahwa pertarungan nanti akan memperebutkan kelompok yang belum menyatakan pendapat itu. Sementara kelompok yang belum menyatakan pendapat itu adalah kelompok di atas 40 tahun dan 34 persen beragama Islam.

Agus-Sylvi sendiri memang berpeluang lolos ke putaran kedua, namun pasangan yang diusung Partai Demokrat, PPP, PKB, dan PAN tersebut harus meraih angka di kisaran 35 persen. Namun menurut Survei LSI pada November 2016 semua calon gubernur masih jauh dari 35 persen. Artinya semua calon masih mungkin lolos dan mungkin tereleminasi di putaran pertama.

Pasangan Agus-Silvy memang potensial lolos ke putaran kedua Pilgub DKI 2017, karena sudah menemukan program unggulannya untuk masyarakat untuk berbagai lapisan hingga lapisan bawah. Terutama Tiga program untuk rakyat yang menjadi unggulan pasangan Agus-Sylvi.