Eddy Soeparno

Pondasi Kebhinekaan untuk Mempererat Tanah Air

Indonesia menjadi negara kesatuan bukan tanpa alasan. Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) lahir berdasarkan catatan sejarah panjang yang bahwasannya bangsa ini mengalami persamaan nasib pada masa penjajahan, kesamaan tempat tinggal, kesamaan berjuang untuk merdeka, mencapai kemakmuran dan keadilan sebagai suatu bangsa yang utuh. Keberagaman suku bangsa, bahasa, agama, ras dan golongan etnis menjadi satu kesatuan dalam pondasi kokok Bhineka Tunggal Ika.

Selain kekayaan sumber daya alam yang dimiliki Indonesia, keberagaman bahasa, agama, ras dan etnis NKRI merupakan sebuah anugerah kekayaan budaya yang kita miliki. Namun, hal-hal demikian pula yang kemudian berpotensi dan menjadi pemicu konflik sosial terjadi, pemecah belah NKRI.  Melihat beberapa hari belakangan ini, isu-isu yang menyinggung disintegritas bangsa semakin memanas, nilai-nilai kebhinekaan sedang diuji. Seberapa mampukah rakyat Indonesia kini tetap menjaga, memahami dan mengamali setiap nilai-nilai leluhur bangsa yang ditanamkan dalam Pancasila sebagai dasar negara.

Hal tersebut menjadi perhatian khusus yang menjadi penting untuk dikaji, seperti yang diutarakan oleh Sekertaris Jenderal DPP PAN Eddy Soeparno, beliau melihat bahwa nilai-nilai Kebhinnekaan belakangan mulai teruji dengan berbagai ancaman disintegrasi bangsa. Disisi lain, angin ‘kebebasan’ dalam era globalisasi menurutnya juga harus menjadi perhatian khusus, mengingat saat ini apapun dapat diakses tanpa batas. Untuk itu, penanaman rasa cinta Tanah Air harus ditancapkan tajam dalam lubuk hati setiap warga negara Indonesia.

Sebagai salah satu generasi muda penerus bangsa, saya sepakat dan mendukung penuh  pendapat Eddy Soeparno terkait pentingnya pendidikan moral Pancasila yang harus diterapkan sejak dini. Melihat fenomena sekitar lingkungan yang tak jauh saja, nasionalisme anak muda sudah mulai terkikis. Ditambah dengan banyaknya isu-isu SARA yang belakangan ini sangat marak, merupakan sebuah pertanda bahwa bangsa ini sedang terombang-ambing.

Langkah baik yang dapat kita terapkan salah satunya adalah dengan memahami dan mengamalkan nilai luhur bangsa yang dituangkan oleh para pendiri bangsa ini dalam Pancasila. Dengan demikian, harapan kedepan generasi muda Indonesia dapat tumbuh dewasa dengan jiwa nasionalisme yang tumbuh subur, supaya identitas kebangsaan tetap tertanam pada diri masing-masing, rasa cinta Tanah Air melekat, bangsa Indonesia semakin kokoh dan erat.