Eddy Soeparno

Pilkada Hadirkan Pemimpin Kebhinekaan

Pilkada Serentak 2017 telah usai digelar. Pilkada ini diikuti pemilih sebanyak 41.200.187 orang yang terdiri dari 20.696.737 laki-laki dan 20.503.450 perempuan. Dari jumlah DPT, terdapat pemilih pemula sebanyak 1.233.303 orang dan pemilih disabilitas sebanyak 50.063 orang. Dalam pilkada serentak 2017 para calon kepala daerah bertarung, bermanuver dan bersosialisasi membangun opini mengatur strategi untuk meraih simpati dukungan publik. Namun, acap kali isu berbau SARA (Suku, Agama dan Ras) dimunculkan dalam untuk mencari simpati dan menjegal lawan politiknya.

Penggunaan isu SARA dalam pilkada sangat berbahaya bagi persatuan dan kesatuan bangsa. Isu ini merusak dan menodai kehidupan berbangsa dan bernegara serta sangat merugikan kebhinekaan kita bahkan memicu disintegrasi bangsa. penggunaan isu SARA sangat tidak menunjukkan kedewasaan berdemokrasi dan berpolitik. Oleh karena itu semua pihaknya harus mengantisipasi menjauhi praktek-praktek berbau SARA dalam meraih kemenangan di pilkada. Isu SARA harus dijauhi dan ditinggalkan bersama dalam berkompetisi dalam demokrasi.

Mengutip pernyataan Sekretaris Jenderal DPP PAN Edy Soeparno yang agar hati hati dengan SARA. mengingatkan “Saya ingin mengingatkan, jangan sampai nanti gesekan di Pilkada DKI Jakarta yang lalu merambah ke pilkada daerah-daerah lain, terutama isu-isu yang sifatnya tidak sepenuhnya menjelaskan kapasitas pasangan calon. Jadi harus mengedepankan program, bukan sentimen tertentu,” ujar Eddy.

Kampanye hitam acap kali dihembuskan oleh pihak-pihak tertentu dalam pilkada sangat mengancam keutuhan kehidupan berbangsa dan bernegara. Tak jarang isu semacam ini berakibat pada upaya mengumbar kebencian dan membunuh karakter seseorang. Eddy, sapaan akrab Sekjen DPP PAN ini mengutarakan dalam meraih kemenangan di dalam Pilkada harus diraih secara bermartabat dan elegan. Karena sebagai pendidikan politik mencerdaskan dan mencerahkan bagi masyarakat.

Menghadirkan calon pemimpin yang mengedepankan kebhinekaan pada setiap pilkada adalah kebutuhan negara ini. Jangan sampai pemimpin daerah ke depan dapat menganggu stabilitas yang telah terjaga selama ini. Dalam setiap pemilihan kepala daerah (pilkada), Eddy yang terkenal santun ini menyatakan PAN selalu ingin turunkan kader terbaik. Kalau pun dalam pilkada kita tidak dapat menurunkan kader, kita minta setiap pasangan calon yang diusung itu dapat membawa manfaat bagi misi yang diemban oleh PAN. Misalnya mampu menjaga kebhinekaan dan menjaga nilai-nilai kebangsaan.

Demi menghasilkan calon pemimpin daerah yang mengedepankan kebhinekaan, maka sangat diharapkan partai politik mengadakan seleksi yang ketat kepada para calon yang akan maju. Jangan sampai transaksi politik berlangsung untuk mendapatkan tiket untuk maju pilkada dari partai mana pun. Mengenai hal tersebut Eddy menerangkan bahwa partainya dalam mengusung calon kepala daerah melakukan seleksi yang ketat dengan melihat track record dan survey internal. Diharapkan dengan seleksi dan survey internal bisa mendapatkan calon pemimpin daerah yang mengeddepankan kebhinekaan.

[mrh]