Eddy Soeparno

Peringatan Hari Lahirnya Pancasila Harus Merekatkan Anak Bangsa

Okezone.com, JAKARTA – Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah menetapkan 1 Juni sebagai hari lahirnya Pancasila melalui Keppres Nomer 24 Tahun 2016. Adapun perayaan tersebut akan dibarengi dengan hari libur nasional.

Masyarakat pun menyambut gembira lantaran perayaan hari lahirnya Pancasila akan menjadi momentum untuk diketahuinya asal usul ideologi negara tersebut. Sehingga, kelestarian dan kelanggengan Pancasila senantiasa diamalkan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

Sekjen DPP Partai Amanat Nasional (PAN) Eddy Soeparno mengatakan, Pancasila merupakan ideologi negara yang nilai-nilai dasarnya harus mampu dicerminkan dalam perilaku sehari-hari oleh generasi penerus bangsa.

“Di dalam Pancasila, bangsa kita menemukan persamaan yang merekatkan kita sebagai warga nusantara. Perbedaan yang hadir di tengah-tengah kita justru menunjukkan kekayaan kita sebagai bangsa dari aspek kultural, religi dan tradisi, ” kata Eddy, Kamis (1/6/2017).

Eddy juga mengajak para generasi penerus bangsa agar dapat terus bergandengan tangan dan berjalan saling beriringan dalam menjaga kerukunan dan kebhinekaan yang ada di Indonesia. Menurut dia, dalam beberapa waktu terakhir potensi-potensi perpecahan ‎kerap terlihat lantaran adanya isu SARA yang kerap dibuat berlebihan.

Sebab itu, Eddy mengingatkan bahwa seluruh elemen bangsa juga perlu untuk terus menjaga persatuan dan kesatuan. “Sebagai bangsa yang besar, kita wajib menjaga kerukunan dan saling menghormati terhadap sesama. Karena bagaimanapun juga kita tetap bersaudara dalam ruang lingkup NKRI,” tambahnya.

Ia menambahkan, ‎peringatan hari lahirnya Pancasila semestinya menjadi peringatan bagi semua untuk kembali meningkatkan pengetahuan dan pemahaman kita tentang ideologi negara Indonesia. Tidak hanya itu, momentum hari lahir Pancasila ini juga akan lebih bermakna jika masyarakat khususnya generasi muda bangsa terus mencintai keberagaman yang ada di Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). “Juga mencintai perbedaan dan menjaga kerukunan di bumi pertiwi,” pungkasnya.