Eddy Soeparno

Pentingnya Politik Beretika

Aktivitas politik pada dasarnya merupakan aktivitas yang tidak bisa dipisahkan dari berbagai bentuk aktivitas manusia. Terlebih, ketika iklim demokrasi seperti di Indonesia semakin terbuka lebar. Seperti yang saat ini sedang berlangsung adalah pesta demokrasi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 2017.

Saat ini, perkembangan demokrasi di Indonesia semakin membuka peluang praktisi politik untuk melakukan kampanye secara terbuka. Misalnya saja yang banyak terjadi selama masa pilkada, yakni di media massa dan media sosial sebagai bagian dari saluran komunikasi politik. Di sini lah, etika dalam berkomunikasi politik diperlukan.

Membicarakan etika maka hal tersebut tertuju pada akhlak, moral, nilai-nilai yang bisa membedakan apa yang baik dan apa yang buruk dalam masyarakat. Sama halnya dalam membangun komunikasi politik yang beretika, merupakan salah satu solusi untuk mengembalikan budaya politik ideal di tanah air.

Seperti yang terus diserukan oleh Sekjen DPP PAN Eddy Soeparno, beliau menganggap komunikasi politik yang santun dan beretika sangatlah penting. Dalam Pilkada Serentak 2017 ini, PAN juga mengusung tagline ‘Politik Tanpa Gaduh’ yang dimaksudkan untuk menciptakan pesta demokrasi yang tertib dan kondusif.

Memang, pada dasarnya etika politik merupakan sebuah sarana yang diharapkan mampu menciptakan suasana harmonis antar pelaku dan kekuatan sosial politik dan kelompok kepentingan untuk mencapai tujuan bersama. Mengingat dinamika politik Tanah Air khususnya DKI Jakarta sedang panas, maka mengusung tema membangun komunikasi politik yang santun dan beretika dirasa perlu adanya.

Eddy juga menambahkan, setiap individu memiliki kebebasan untuk menyampaikan aspirasinya di ruang publik, namun baiknya tetap disampaikan secara santun dan beretika. Komunikasi yang baik niscaya akan membawa keharmonisan dan keutuhan dalam upaya menjaga kebhinekaan bangsa Indonesia.