Eddy Soeparno

Partai Terbuka adalah untuk Siapa Saja

Massa PAN di Sulsel  | © merdeka.com

Ternyatakan dalam Anggaran Dasar Partai Amanat Nasional (Pasal 5): “PAN bersifat terbuka dan mandiri.” Jelas, PAN untuk siapa saja orang Indonesia yang menjunjung akhlak politik “berlandaskan agama yang membawa rahmat bagi sekalian alam” (Pasal 4, Dasar dan Asas, ayat 2).

Akan tetapi bahasa yang formal, dan dan disusun cermat, pun tetap dapat menimbulkan tafsir beda. Masuknya kata “nilai-nilai iman dan takwa” (Pasal 7, Tujuan), pernah menjadi berita karena memberi kesan bahwa PAN adalah partai Islami.

Bisa jadi karena istilah itu lebih sering terucapkan dari kalangan muslim, maka disimpulkan bahwa PAN berwarna Islami. Padahal sebagai prinsip, kata-kata “nilai-nilai iman dan takwa” berlaku universal bagi semua kaum beragama.

Singkat kata: citra Islami, dalam hal ini Muhammadiyah, di benak sebagian orang adalah bagian dari PAN. Benarkah demikian?

Jika kita melihat sejarah, deklarasi Partai Amanat Bangsa (yang kemudian menjadi Partai Amanat Nasional) pada 23 Agustus 1998 oleh 50-an tokoh nasional, tak mengibarkan panji partai Islami. Ada komposisi majemuk di sana, dari Amien Rais, Goenawan Mohamad, Rizal Ramli, Toety Heraty, sampai Albert Hasibuan.

Terhadap isu tentang partai Islami untuk Muhammadiyin, Sekjen PAN Eddy Soeparno (ES) pernah menanggapinya pada pertengahan Mei 2015:

“PAN merupakan partai terbuka dengan hadirnya kader-kader mumpuni yang non-Muhammadiyah, yang datang dari berbagai kalangan. Sebagai salah satu contoh, ketika Fraksi PAN di DPR (tahun 2009 – 2014), hanya memiliki satu posisi sebagai ketua komisi, kita menunjuk almarhum Laurens B. Dama sebagai ketua komisi. Almarhum Laurens beragama Katolik dan berasal dari NTT (non-muslim dan non-Jawa).”

Tentu masyarakat juga masih ingat Alvin Lie Ling Piao. Politikus PAN dari Semarang, Jawa Tengah, itu berlatar Tionghoa, beragama Katolik.

ES melanjutkan,

“Saat inipun kita memiliki wakil ketua umum, Saudara Bara Hasibuan yang merupakan contoh dari keterbukaan PAN sebagai partai.”

Bara Khrisna Hasibuan adalah orang Kristen Protestan, pendukung kemajemukan Indonesia. Dan jika bicara soal kemajemukan, berulangkali ES menyatakan bahwa PAN adalah partai modern dan terbuka.

Namun melebihi kata-kata, yang akan membantah semua pergunjingan adalah fakta.

Ditulis oleh Tanda Baca untuk EddySoeparno.com