Eddy Soeparno

PAN: Sylviana Salah Satu Kunci Keberhasilan Ahok-Djarot Benahi Jakarta

DETIK.COM, Jakarta – Partai Amanat Nasional (PAN) sebagai salah satu partai pengusung pasangan Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni bersama Partai Demokrat, PPP dan PKB merasa bersyukur bisa menarik Mpok Sylvi sebagai bakal cawagub dari Mas Agus. Alasannya karena Sylvi menjadi salah satu kunci kesuksesan pasangan petahana Basuki Tjahja Purnama (Ahok)-Djarot Saiful Hidayat dalam membenahi Jakarta.

“Ada hal-hal yang perlu diapresiasi dalam usaha petahana di Jakarta. Tapi Alhamdulilah-nya salah satu orang yang membuat keberhasilan itu (Sylvi) bergabung dengan kita,” kata Sekjen PAN, Eddy Soeparno, dalam diskusi ‘Politik SARA dan Problem Riil Jakarta Dalam Pilgub DKI’ di Kedai Kopi Deli, Jakarta Pusat, Kamis (13/10/2016).

Dalam pandangan Eddy, Agus merupakan sosok dari tokoh muda yang cerdas, disiplin dan memiliki wawasan yang luas. Sehingga sangat pas dipasangkan dengan sosok Sylvi yang merupakan birokrat ulung di pemerintahan DKI selama 31 tahun.

“Sosok Agus kan cerdas, muda, disiplin dan berwawasan luas. Jadi punya modal yang diperlukan DKI untuk menjadi komandan (gubernur). Dibantu oleh birokrat berpengalaman seperti Sylvi,” ujar Eddy.

Program yang akan ditawarkan oleh pasangan Agus-Sylvi kepada masyarakat DKI juga tidak akan muluk-muluk. Menurut Eddy, program yang akan ditawarka oleh kedua pasangan tersebut adalah program yang logis dan bisa dipertanggungjawabkan.

“Dalam kampanye Pilkada, yang disampaikan kan tentang rekam jejak, gagasan dan ide. Tapi yang paling powerfull untuk memilih adalah harapan yang logis dan bisa dipertanggungjawabkan. Kami akan memberikan ‘Jakarta untuk Rakyat’,” tuturnya.

“Masyarakat Jakarta sekarang kan mencari pemimpin yang memberi ketegasan dan kesantunan, pemimpin yang bisa mengayomi masyarakat,” imbuh Eddy.

Eddy menambahkan, bila ternyata nantinya pasangan petahanan Ahok-Djarot, timses Agus-Sylvi akan legowo menerima atas nama demokrasi. Yang penting, kata Eddy, kepentingan warga Jakarta tetap menjadi prioritas.

“Ini waktunya kita mencari gubernur baru. Tapi bila akhirnya yang terpilih tetap gubernur sekarang, itu pilihan warga DKI. Kita hormati atas nama demokrasi. Yang penting adalah tetap mementingkan kepentingan warga DKI,” pungkasnya.