Eddy Soeparno

PAN Klaim Menang di 51 Daerah

JPNN.COM – Partai Amanat Nasional menilai ajang pesta demokrasi pilkada serentak 15 Februari lalu sebagai kesuksesan. Pasalnya, meski belum ada hasil penghitungan resmi dari KPU, partai berlambang matahari putih itu yakin telah meraih kemenangan di 51 daerah.

”Dari 94 paslon yang diusung, PAN menang di 51 daerah,” kata Wakil Ketua Umum PAN Viva Yoga di Kantor DPP PAN, Minggu (19/2).

Ia menambahkan, meski ada sejumlah daerah yang masih bersengketa terhadap hasil pilkada, sebaiknya persoalan itu diselesaikan secara konstitusional sesuai mekanisme perundang-undangan yang berlaku.

Selain itu, ia berharap, agar para pihak yang memenangkan kontestasi dapat menjalankan amanah secara baik. ”Pilkada adalah jalan efektif untuk mempercepat terwujudnya kesejahteraan rakyat, bukan political game yang bersifat zero sum game,” ujarnya.

Lebih jauh, ia mengapresiasi kinerja penyelenggara pemilu yang mampu menyelenggarakan pilkada secara baik. Di samping, mengapresiasi kerja keras TNI/Polri yang berhasil menjaga ketertiban dan keamanan penyelenggaraan pilkada.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal DPP PAN Eddy Soeparno menyatakan, pihaknya hingga kini belum menentukan sikap, siapa kah yang akan didukung pada putaran kedua Pilkada DKI Jakarta. Hal itu menyusul rendahnya presentase suara pasangan calon yang mereka dukung, Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni, berdasarkan data hitung cepat sejumlah lembaga survei.

”Kami masih evaluasi internal. Setelah nanti melakukan komunikasi politik dengan pihak-pihak terkait, baru akan kita putuskan di dalam rapat pleno,” kata Eddy di Kantor DPP PAN. Rapat pleno tersebut, kata dia, nantinya akan melibatkan Mahkamah Pertimbangan Partai dan pengurus harian DPP PAN. ”Baru setelah itu kita siapkan sikap resmi PAN,” kata dia.

Selain itu, ia menambahkan, saat ini PAN masih dalam posisi sebagai salah satu partai politik pendukung pasangan Agus-Sylvi di Pilkada DKI. Menurut dia, kurang elok bila tiba-tiba PAN meninggalkan koalisi untuk mendukung paslon lain.

”Etika politiknya, kita harus bertemu untuk melakukan evaluasi atas proses yang kita jalankan. Termasuk juga kita dalam hal ini datang mengusung Agus-Sylvi, (ibarat peribahasa) datang tampak muka pulang tampak punggung. Jadi kami pamit baik-baik,” ujarnya.

Sebelumnya, berdasarkan hasil hitung cepat, Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni yang sempat berada di peringkat pertama pada hasil survei awal justru merosot dalam hal perolehan suara.

Hasil akhir hitung cepat Litbang Kompas menunjukkan Agus-Sylvi hanya memperoleh 17,37 persen suara. Sementara itu, posisi pertama dan kedua masing-masing diduduki oleh Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)-Djarot Saiful Hidayat dengan perolehan 42,87 persen suara, serta Anies Baswedan-Sandiaga Uno dengan perolehan 39,76 persen suara. (ydh)