Eddy Soeparno

PAN godok nama bacagub Jabar, dari Desi Ratnasari sampai Kang Emil

Merdeka.com – Partai Amanat Nasional (PAN) sedang melakukan penjaringan bakal calon gubernur yang akan diusung di Pilgub Jawa Barat 2018 mendatang. Sekjen PAN Eddy Soeparno mengatakan partainya sedang melakukan komunikasi dengan sejumlah tokoh potensial baik dari internal partai mau pun eksternal.

“Sedang kita lakukan penjaringan awal,” kata Eddy saat dihubungi, Senin (6/3).

Nama-nama kader PAN yang akan dijaring diantaranya Bima Arya Sugiarto, Desy Ratnasari, Primus Yustisio. Sementara, tokoh dari eksternal partai yang tengah dipertimbangkan, yakni Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar, Agung Suryamal Sutisno, Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi dan Wali Kota Bandung Ridwan Kamil atau Kang Emil.

Belum lama ini salah satu lembaga survei, Indo Riset Konsultan, merilis beberapa nama potensial untuk maju di Pilkada Jabar 2018. Sebut saja Wakil Gubernur Jabar Deddy Mizwar yang menurut survei menjadi tokoh paling dikenal warga Jabar. Ada pula nama Wali Kota Bandung Ridwan Kamil yang disebutkan dalam survei sebagai sosok paling disukai warga tatar Pasundan.

Selain dua tokoh itu, ada pula nama Bupati Purwakarta yang juga ketua DPD Partai Golkar Jabar Dedi Mulyadi. Tak ketinggalan Ketua Komisi X DPR RI yang juga mantan Wakil Gubernur Jabar Dede Yusuf, serta anggota DPR yang juga artis papan atas Desi Ratnasari.

Direktur Eksekutif Indo Riset Indria Samego menyebut tingkat nama yang paling disukai warga antara lain Ridwan Kamil dengan 92,2 persen, lalu Dede Yusuf 86,5 persen dan Deddy Mizwar 86,3 persen. Dari segi elektabilitas, Emil sapaan akrab Ridwan Kamil juga menempati urutan pertama dengan tingkat keterpilihan sebesar 37,50 persen, disusul Deddy Mizwar 29,17 persen, Dede Yusuf 15,25 persen, dan Dedy Mulyadi 4,42 persen.

Wali Kota Bandung Ridwan Kamil tak menutup diri untuk partai manapun yang ingin mengusung dalam Pilgub Jabar 2018 mendatang. Tak kecuali PDIP. Beberapa kali Emil terlihat hadir adalam acara yang diselenggarakan PDIP. “Siapapun yang mendukung pasti saya apresiasi, mau apa saja. Jadi bagi kita masa yang mendukung ditolak, ‘geus puguh’ (sudah pasti) kita teh butuh dukungan dari mana pun juga,” kata Ridwan Kamil.