Eddy Soeparno

PAN Dukung Usul Presiden Jokowi Soal Lembaga Pemantapan Pancasila

DETIK.COM, Jakarta – Presiden Joko Widodo (Jokowi) berencana membentuk sebuah lembaga khusus terkait Pancasila. PAN pun menyatakan mendukung wacana tersebut.

“Kami mendukung dan menganggap perlu rencana pembentukan lembaga pemantapan Pancasila, mengingat pentingnya menanamkan ideologi negara ke setiap anak bangsa,” ungkap Sekjen PAN Eddy Soeparno kepada wartawan, Kamis (22/12/2016).

Lembaga Pemantapan Pancasila dirasa perlu dibentuk di tengah derasnya globalisasi yang membuat dunia seakan tidak memiliki sekat dan batas. Baik dari aspek geografis maupun lalu lintas informasi dan budaya yang menurut Eddy dapat berpotensi mengaburkan jati diri serta identitas dan nasionalisme generasi penerus bangsa.

“Nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila seperti gotong royong, musyawarah mufakat, keadilan masyarakat dan nasionalisme, merupakan nilai luhur yang digali dari budaya bangsa Indonesia yang khas dan berbeda dengan bangsa lainnya,” tuturnya.

“Institusionalisasi dari upaya pemantapan Pancasila hendaknya berpegang pada azas kepraktisan dan historis, mengingat Indonesia telah memiliki lembaga pengkajian dan pengamalan Pancasila di masa lalu,” imbuh Eddy.

Pembentukan Lembaga Pemantapan Pancasila dinilai Eddy bisa berkiblat pada lembaga serupa yang sebelumnya sempat ada di Indonesia. Seperti lembaga BP7 pada era Presiden Soeharto dulu.

“Bisa mengambil contoh dari model BP7 yang berhasil mensosialisasikan dan mengimplementasikan nilai-nilai Pancasila sampai dengan akhir era ’90-an,” kata Eddy.

Sebelumnya, Presiden Jokowi menggelar rapat terbatas khusus terkait dengan rencana pembentukan Lembaga Pemantapan Pancasila. Lembaga ini nantinya akan berada langsung di bawah presiden.

Jokowi mengingatkan saat ini banyak negara di dunia yang gelisah karena nilai toleransinya yang terkoyak. Hal tersebut membuat ketertiban sosial terganggu dan semakin goyahnya upaya dalam mengelola keberagaman dan perbedaan.

“Dunia juga saat ini dihantui oleh aksi terorisme aksi ekstremisme dan radikalisme. Dan berbagai negara di dunia sedang mencari referensi nilai-nilai dalam menghadapi tatanan dan tantangan. Di tengah kondisi dunia yang seperti itu kita bersyukur memiliki Pancasila,” papar Jokowi dalam rapat terbatas, Senin (19/12).

“Oleh sebab itu kita ingin membuat sebuah lembaga sebuah unit pemantapan Pancasila di bawah Presiden langsung. Nantinya pemantapan Pancasila dan juga termasuk di dalamnya bela negara,” sambungnya.