Eddy Soeparno

PAN Beberkan Kerugian Publik Akibat Isu SARA di Pilkada DKI

JawaPos.com – Isu suku, agama, ras dan antar golongan (SARA) yang tengah memanas pada Pilkada DKI Jakarta belakangan ini bakal berdampak buruk terhadap partisipasi pemilih di hari pemilihan.

Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP PAN Eddy Soeparno menuturkan, permainan isu SARA di Pilgub DKI hanyalah membuang waktu semata. Akibatnya fokus utama dari Pilkada untuk kesejahteraan masyarakat malah terabaikan.

“Oleh karena itu, kami mengimbau agar seluruh pasangan calon (paslon) dan seluruh tim yang mendukung paslon itu marilah kita mengkritik secara baik dan beretika,” ujar Eddy di Kedai Kopi Deli, Jalan Sunda, Jakarta Pusat, Kamis (13/10).

Dia meminta para kandidat dan tim pemenangan di Pilkada DKI untuk memberikan contoh dan pendidikan politik yang baik bagi warga DKI.

Bahkan bukan hanya contoh untuk Jakarta, tetapi seluruh daerah di Indonesia. “Karena seluruh mata anak bangsa tentu mengarah kepada Pilgub DKI Jakarta,” tukasnya.

Selain itu, sambungnya, permainan isu SARA justru akan mempengaruhi apatisme pemilih. Semakin isu SARA diperbesar dan tidak memikirkan solusinya masyarakat Jakarta semakin apatis. Sehingga, para pemilih tidak akan datang ke TPS untuk memilih.

“Karena bagaimana pun juga, nanti warga akan merasa, ini kok kerjanya ribut-ribut melulu. Mereka (kandidat Pilgub) membuang waktunya hanya untuk ribut masalah SARA. Kapan warga diurus,” paparnya.

Oleh karena itu, menurut Eddy, masalah SARA harus dicegah sedini mungkin agar para pemilih di DKI bisa menggunakan hak suaranya di TPS.