Eddy Soeparno

PAN Ajukan Bima Arya, Desy Ratnasari, Primus Jadi Jabar-2

KUMPARAN.COM, Meski digelar setahun mendatang, Pilgub Jawa Barat sudah mulai panas. Sejumlah nama santer diusung menjadi calon kuat seperti Ridwan Kamil, Deddy Mizwar, Dedi Mulyadi atau istri Ahmad Heryawan, Netty.

Partai Amanat Nasional juga sudah mulai menyaring sejumlah nama untuk dicalonkan di Pilgub Jabar. Menyadari perolehan kursi di Jawa Barat hanya 4, PAN akan memilih untuk berkoalisi dengan partai yang mengusung Ridwan Kamil atau Deddy Mizwar. Sekjen PAN Eddy Soeparno mengatakan PAN memilih berkoalisi dengan partai yang mengusung Kang Emil atau Deddy karena elektabilitas dua nama tadi bisa dibilang yang tertinggi.

“Kami menyadari bahwa perolehan kursi kami minim di Jawa Barat. Maka, tentunya kami akan berkoalisi. Kami melihat ada dua nama yang memiliki elektabilitas tertinggi, Ridwan Kamil dan Deddy Mizwar. Tentunya ini menjadi prioritas kami dalam memilih kawan koalisi,” ujar Eddy ketika dihubungi kumparan (kumparan.com), Kamis (16/3).

Eddy menyebut PAN tidak datang dengan tangan kosong. Mereka menyiapkan tiga kadernya untuk menjadi calon Wakil Gubernur Jawa Barat. Tiga nama kader yang akan dicalonkan adalah Bima Arya, Primus Yustisio, dan Desy Ratnasari. Eddy mengatakan tiga kader ini diharapkan dapat menambah perolehan suara dari calon Jabar-1 yang nantinya akan diusung.

“Kami memiliki tiga kader yang sudah siap untuk bertarung. Ada Bima Arya, Primus, dan Desy Ratnasari. Tiga orang ini tentunya tidak bisa dipandang sebelah mata,” ujarnya.

Di Jawa Barat, kata Eddy, baik Bima Arya, Primus, dan Desy sudah memiliki akar yang kuat. Ketiganya juga paham dengan permasalahan yang ada di Jabar. Namun, Eddy mengatakan hingga kini partainya belum memutuskan dengan siapa akan berkoalisi.

Eddy menyadari bahwa Ridwan Kamil kemungkinan besar akan diusung oleh poros PDIP-Nasdem, sementara Deddy Mizwar kemungkinan diusung Partai Gerindra. Keputusan partai-partai itu dalam memilih pendamping Ridwan atau Deddy tentunya akan menjadi pertimbangan PAN.

“Kami tentunya tetap akan mengajukan kader kami untuk Jabar-2. Nantinya akan kami lihat dulu siapa yang lebih cocok dengan paket-paket paslon yang tersedia,” ujarnya.