Eddy Soeparno

Optimisme Pertumbuhan Ekonomi Kuartal IV

Pertumbuhan ekonomi Indonesia saat ini dinilai mengalami kemajuan yang cukup positif, hal tersebut ditandai dari pertumbuhan ekonomi yang menembus angka di atas 5 persen. Meski di tahun 2016 dimulai dengan sedikit penurunan, yakni pada pembukaan kuartal I pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 4,92 persen. Pencapaian tersebut dapat dikatakan menurun jika dibandingkan dengan penutupan kuartal akhir pada tahun 2015, yakni sebesar 5,04 persen. Tetapi, hal tersebut masih dalam batas wajar.

Rendahnya kuartal I 2016 disebabkan oleh terbatasnya pertumbuhan konsumsi pemerintahan dan investasi. Pemerintah dipengaruhi oleh pola musiman belanja negara yang masih terbatas. Sedangkan disisi lain, pihak swasta memilih untuk menunggu atas lemahnya kegiatan investasi ditengah upaya mempercepat proyek-proyek infrastruktur pemerintah.

Tentu sebuah harapan akan peningkatan perekonomian Indonesia membaik pada kuartal II kian tumbuh dan cukup besar. Melihat angka pertumbuhan yang dinilai cukup kecil, pemerintah pun mengambil beberapa langkah strategi sebagai kunci untuk menumbuhkan perekonomian Indonesia. Upaya kunci tersebut terdapat pada pengingkatan stimulus fiskal yang berdampak pada percepatan pembangunan proyek infrastruktur, membaiknya konsumsi rumah tangga, terjaganya inflasi, percepatan implementasi paket kebijakan pemerintah, dan peningkatan investasi dan ekspor.

Pada kuartal II, perekonomian Indonesia berhasil menunjukan perkembangan yang cukup pesat. Terlihat dari data yang dilansir oleh Badan Pusat Statistik (BPS) yakni pertumbuhan ekonomi kuartal II 2016 sebesar 5,18 persen. Adapun peningkatan ini didasari oleh peningkatan komoditas nonmigas di pasar internasional, pengaruh inflasi, realisasi APBN yang mencapai 474 triliun rupiah, hingga realisasi penanaman modal asing. Alhasil, terciptalah kondisi pertumbuhan ekonomi Indonesia yang stabil.

Sayangnya, perkembangan ekonomi Indonesia pada pada kuartal III, Indonesia kembali mengalami penurunan di angka 5,02 persen. Meski demikian, Indonesia terbukti mampu untuk mempertahankan nilai pertumbuhan di angka 5 persen. Pertumbuhan Indonesia yang konsisten dinilai masih relatif tinggi dalam perbandingan global dan pemerintah tetap optimis untuk pertumbuhan ekonomi mencapai target negara yaitu 5,2 persen.

Sekretaris Jendral DPP Partai Amanat Nasional (PAN) Eddy Soeparno melihat bahwa usaha pemerintah untuk mempertahankan angka pertumbuhan ekonomi nasional harus diapresiasi. Eddy melihat bahwa nilai per kuartal yang fluktuatif tidak akan mempengaruhi tren positif pertumbuhan ekonomi Indonesia yang hampir mencapai target. Eddy memandang bahwa dalam usaha meningkatkan pertumbuhan ekonomi nasional, dibutuhkan peran strategis dari masyarakat untuk mengisi kebutuhan-kebutuhan domestik. Seperti contoh, pemerintah telah melaksanakan pemaksimalan UKM sebagai salah satu sektor ekonomi unggulan nasional yang mampu untuk membantu beban ekonomi negara.

Selain itu, Eddy Soeparno dan PAN memastikan bahwa keberhasilan Tax Amnesty mampu untuk memperbaiki ekonomi nasional. Program yang dicanangkan Presiden Joko Widodo tersebut dilihat sebagai salah satu bentuk sukses dalam mencapai target pertumbuhan ekonomi nasional. Eddy percaya bahwa program Tax Amnesty memberikan kontribusi besar dalam memperbaiki ruang fiskal sehingga mampu mendukung program-program pembangunan infrastruktur pemerintah.

Disisi lain, pemerintah juga harus menguatkan langkah mereka untuk tetap menginginkan target bisa tercapai di kuartal terakhir tahun 2016. Pemerintah harus mengambil langkah-langkah strategis, salah satunya dengan menguatkan peran negara dalam memenuhi kebutuhan domestik atau memaksimalkan peran ekonomi kreatif sebagai salah satu alternative untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan mengusahakan adanya paket stimulus ekonomi untuk menguatkan angka dikuartal IV hingga menembus angka 5,2 persen.