Eddy Soeparno

Merawat Kebhinekaan Pasca Pilkada Jakarta

Merawat keberagaman, hidup damai dalam perbedaaan, saling menghormati dengan berbagai persepsi di ruang publik adalah fondasi utama bangunan demokrasi di era modern. Keberagaman juga merupakan hal yang harus tetap terjaga untuk menjadikan suatu tempat lebih maju dan berkembang.

Namun, selesai Pilkada DKI Jakarta, keberagaman di Indonesia seolah mulai terancam dengan banyaknya isu yang mengenai SARA. Ditambah lagi, kekalahan Basuki Tjahaya Purnama dalam memperebutkan kursi DKI-1 juga menjadikan pemahaman bagi sebagian orang bahwa demokrasi di negeri ini sudah rusak dan hancur.

Mungkin sebagian dari kita juga merasakan, banyak sekali kegelisahaan yang terjadi di Indonesia akhir-akhir ini. Aneka isu negatif terus meluas terutama di media sosial seperti Facebook, Twitter, atau pun berbagai grup Whatsapp dan aplikasi lainnya.

Kebhinekaan yang menjadi salah satu pilar berbangsa dan bernegara agaknya sedikit terciderai oleh aksi-aksi oknum yang mengatasnamakan menjunjung tinggi nilai-nilai keberagaman namun bermaksud mendiskriminasi satu sama lain.

Oleh sebab itu, sudah semestinya kita sebagai generasi muda memahami dan merajut kembali kebhinekaan yang mulai mengkhawtirkan tersebut. Sudah saatnya, anak-anak muda Indonesia kembali peduli dengan kerukunan dan persatuan NKRI.

Hal demikian juga disampaikan oleh Sekretaris Jenderal DPP Partai Amanat Nasional (PAN), Eddy Soeparno.

Eddy mengajak segenap anak-anak muda dan umumnya seluruh masyarakat Indonesia untuk tetap menjaga tali persaudaraan dan kembali bersatu dalam bingkai keberagaman. Masyarakat Indonesia harus tetap menjunjung tinggi nilai-nilai Bhineka Tunggal Ika.

Sebab, para founding fathers merumuskan Bhineka Tunggal Ika bukan hanya untuk sewaktu atau saat itu saja, melainkan hal tersebut sebagai konsep hidup yang harus tetap abadi dan diteruskan oleh anak cucu bangsa Indoensia.

Pilkada DKI Jakarta sudah selesai. Move on dan melangkah ke depan menjadi pilihan yang paling tepat untuk merawat kebhinekaan di Indonesia. Kebhinekaan kita harus terus diperkokoh oleh keadilan sosial dan persatuan bangsa.

Sudah tidak ada lagi waktu untuk saling curiga, tidak ada lagi ruang untuk saling menyinggung soal SARA. Saatnya semua fokus pada persatuan dan kerukunan antar sesama untuk kemajuan Indonesia.

[fit]