Eddy Soeparno

Merapat ke Pemerintah, PAN Tegaskan Tak Ada Transaksi Politik

JAKARTA – Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan menghadiri peresmian pembukaan Rapat Kerja Nasional Partai Amanat Nasional (PAN) Tahun 2016 di Hall C JIEXPO Kemayoran, Jakarta Pusat, Minggu 29 Mei 2016.

Rencana kehadiran Jokowi ini disambut secara positif oleh kader partai berlambang matahari tersebut.

Sekjen DPP PAN, Eddy Soeparno mengatakan, konsolidasi internal partai dari tingkat nasional sampai daerah melalui rakernas ini, baik kader di eksekutif maupun legislatif, sudah sangat kuat dan solid terkait dukungan terhadap suksesnya pemerintahan Jokowi-JK.

Dia membantah bahwa kehadiran Presiden Jokowi dalam seremoni pembukaan rakernas partainya ini dikait-kaitkan dengan isu reshuffleKabinet Kerja.

“Jadi kalau ditanya kehadiran Presiden Jokowi di Rakernas PAN ya tidak ada hubungannya dengan reshuffle,” kata Eddy, Minggu (29/5/2016).

Menurutnya, Presiden Jokowi hadir semata-mata memenuhi undangan partai dan kapasitasnya sebagai kepala negara untuk membuka acara Rakernas PAN.

“Soal reshuffle adalah hak prerogatif Presiden Jokowi. Itu konstitusi dan mutlak harus dihormati. Kami semua para kader tunduk pada perintah dan arahan ketua umum,” ujarnya.

Dia melanjutkan, bagi partainya ada atau tidak ada reshuffle, masuk atau tidak masuk kader PAN dalam kabinet, partainya akan tetap mendukung pemerintah dengan tulus.

“Karena memang tidak ada transaksi politik apa pun terkait dukungan kami ini sejak awal,” ujarnya.

Eddy menjelaskan, PAN yang sudah menyatakan bergabung dengan pemerintah sejak September 2015 telah konsisten dalam mendukung sejumlah program dan agenda pemerintah.

“Misalnya saja legislasi tentang undang-undang tax amnesty, PAN konsisten mendukung,” ucapnya.