Eddy Soeparno

Menuju Indonesia Berkemajuan Ala Sekjen PAN

Di Indonesia, jumlah warga yang berada di bawah garis kemiskinan masih di kisaran hampir 30 juta jiwa dari total penduduk di Indonesia (BPS, 2015). Fakta ini membuat kesenjangan antara yang miskin dengan yang kaya semakin terlihat jelas. Padahal, bangsa Indonesia merupakan bangsa yang memiliki kekayaan sumber daya alam yang melimpah. Namun, sama sekali belum terlihat kesejahteraan yang dirasakan oleh warganya, bahkan pertikaian dan konflik yang terjadi di masyarakat semakin sering kita lihat.

Indonesia telah menjalankan sistem demokrasi untuk memastikan agar proses pengambilan kebijakan tidak hanya didominasi oleh para elit atas. Namun faktanya, sebagian elit dan aktor politik justru terjebak pada politik transaksional dan praktik korupsi.

Melihat kenyataan ini, tentu kita sebagai bangsa harus optimis ke depannya dan tidak hanya sekedar mengeluhkan keadaan yang terjadi. Hal ini diungkapkan oleh politisi kreatif yang juga menjabat sebagai Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Amanat Nasional (PAN), Eddy Soeparno dalam pemikirannya.

“Dalam melihat permasalahan tersebut, tentu kita harus tetap optimis ke depannya, bukan hanya sekedar mengeluh dan menyalahkan keadaan. Dibutuhkan beberapa langkah untuk memberikan optimisme kepada masyarakat untuk membangun Indonesia berkemajuan,” ungkapnya.

Menurutnya, langkah-langkah yang dimaksud tersebut yakni pertama, kemandirian untuk menerima perbedaan. Bangsa Indonesia harus terbuka, menghilangkan prasangka, dan menjauhkan kekerasan dalam menghadapi segala perbedaan yang ada.

Ia mengharapkan masyarakat Indonesia untuk membangun nilai-nilai toleransi dengan tetap memegang teguh ajaran religius kita untuk menyelesaikan permasalahan melalui kepala yang dingin.
Selanjutnya menurut Eddy, masyarakat Indonesia perlu membangun sebuah ruang yang saling berhubungan diantara kaum mayoritas dan minoritas untuk menjamin adanya keterwakilan di ruang-ruang pengambilan keputusan.

Kemudian terakhir, melakukan pemerataan. Sebagaimana amanat Pancasila, khususnya sila ke-5 yang berbunyi “Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia.” Dalam hal ini, diperlukan pemerataan hak dan kewajiban untuk menjamin setiap warga bangsa untuk mendapatkan hak dan kewajiban secara proporsional.

“Disinilah menurut hemat saya, politik akan dapat mewujudkan kesejahteraan warga dengan tumbuhnya kualitas manusia Indonesia yang lebih abik,” sambungnya.

Indonesia diharapkan menjadi Indonesia yang berkemajuan ke depan. Untuk itu, kita sebagai generasi penerus bangsa, harus memperkuat fungsi negara serta agenda-agenda pembangunan tanpa mengorbankan nilai-nilai serta pilar-pilar demokrasi dan hak-hak sipil dengan tujuan mewujudkan kesejahteraan bagi seluruh rakyat Indonesia.

Oleh Yumna Ar Rahma