Eddy Soeparno

Menolak Lupa: Kebhinekaan Mempersatukan Bangsa

Bhineka Tunggal Ika. Berbeda-beda, namun tetap satu jua. Itulah sepenggal makna kalimat sakral dari kitab Sutasoma karangan Empu Tantular. Sebagaimana kita ketahui, Indonesia terdiri dari berbagai macam suku bangsa yang memiliki banyak suku, agama, ras, kesenian, adat, bahasa, dan kebudayaan yang beraneka ragam. Keseluruhannya merupakan satu kesatuan dan persatuan.

Namun yang terjadi saat ini, Indonesia sedang dilanda krisis kebhinekaan lantaran isu-isu SARA yang kental disinggung. Contoh yang paling populer adalah kasus penistaan agama yang menjerat Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok Alhasil. Akibat kasus ini, muncul berbagai macam gejolak, seperti aksi demo yang mengecam dan menuntut pemenjaraan Ahok.

Ditambah lagi kontestasi politik terkait Pilkada Serentak 2017 khususnya Pilgub DKI Jakarta membuat suasana perpolitikan nasional semakin runyam. Meski disatu sisi, mungkin memang seperti inilah kemeriahan pesta demokrasi. Di luar itu, masih banyak permasalahan lain di Tanah Air yang lebih krusial.

Sekjen DPP PAN Eddy Soeparno menilai, tahun 2017 adalah tahun ketidakpastian bagi Indonesia. Beragam masalah muncul seperti kemiskinan, pendidikan, kesenjangan sosial, isu SARA dan lain sebagainya. Saat ini Indonesia sedang dalam masa krisis, kebhinekaan sedang diungkit dan diuji. Hal tersebut tercermin dengan adanya perang SARA yang sangat gencar terutama di sosial media.

Krisis kebhinekaan yang terjadi saat ini memang menjadi ujian besar bagi rakyat Indonesia. Sejauhmana kah kita mampu mempertahankan kekayaan budaya dan keanekaragaman SARA yang kita miliki. Yang perlu kita lakukan adalah dengan membangun tali silaturahmi dan menunjung tinggi tolerasi.

Jangan akhirnya isu SARA justru dijadikan alat perang dalam kontestasi politik yang saat ini terjadi. Jangan pula akhirnya kita khususnya para generasi muda menjadi korban atas seruan-seruan hoax yang merugikan dan hanya menggoyahkan esensi kebhinekaan tanpa mampu merajutnya kembali.

Eddy mengingatkan bahwa kebhinekaan harus diperjuangkan, karena kebhinekaan merupakan bagian dari Indonesia yang menjadikan bangsa ini bangsa yang kuat. Kebhinekaan adalah sebuah anugerah keanekaragaman, dan keanekaragaman bukanlah perbedaan yang bertentangan, justru keanekaragaman itu seharusnya mampu memperkaya sifat dan makna persatuan bangsa dan negara Indonesia.

[wm]