Eddy Soeparno

Menjaga Kebhinekaan dalam Aksi Unjuk Rasa 212

Di akhir penghujung 2016, Indonesia sedang ditimpa berbagai goncangan stabilitas politik nasional. Kondisi politik yang bergulir saat ini membuat beberapa pihak turun kejalan untuk menyampaikan gagasannya atas suatu kasus. Sebagian umat muslim di Indonesia direncanakan akan turun jalan esok hari dengan tajuk “Aksi Bela Islam III” di pelataran Monumen Nasional (Monas). Aksi unjuk rasa 212 tersebut adalah hasil dari pemikiran sebagian masyarakat Islam di Indonesia yang kontra dengan kasus penistaan yang menimpa Basuki Tjahja Purnama.

Dalam pendewasaan berdemokrasi, demonstrasi adalah hal yang wajar. Demokrasi adalah sebuah sistem politik yang memberikan wadah bagi masyarakat untuk mampu bersuara dan memberikan pandangan atas sebuah permasalahan dengan mengikuti aturan dan tata tertib yang berlaku. Selain itu, demonstrasi yang dilakukan oleh dijamin negara melalui undang-undang.

Tetapi dalam berdemonstrasi juga diharuskan untuk menjaga sikap. Pada demonstrasi tanggal 25 November lalu, terjadi beberapa kerusuhan yang menyebabkan tidak kondusifnya unjuk rasa yang berjalan. Unjuk rasa yang berakhir ricuh tentunya akan mendapatkan respon yang negatif dari masyarakat dan berakhir pada buruknya pola berdemokrasi di Indonesia.

Oleh karena itu, Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Pusat Partai Amanat Nasional (DPP PAN) Eddy Soeparno mengajak setiap masyarakat Indonesia untuk saling menjaga kondusifitas negara yang tercinta ini. Eddy melihat bahwa aksi unjuk rasa 212 ini adalah sebagai sebuah ajang unjuk hati. Oleh karena itu dibutuhkan adanya penanaman nilai nurani, kebhinekaan, toleransi yang tinggi antar sesama anak bangsa.

Indonesia adalah negara yang menghargai segala perbedaan, seperti halnya Bhinneka Tunggal Ika. Indonesia adalah negara yang kuat karena perbedaan. Oleh karena tiap masyarakat Indonesia harus turut menjaga aksi unjuk rasa tersebut agar tidak kisruh dan tidak berdampak buruk bagi orang lain. Untuk para peserta unjuk rasa, diharapkan untuk tetap menjaga etika dan tata tertib unjuk rasa agar tujuan demonstrasi mampu dicerna oleh publik.

Eddy Soeparno juga menghimbau aksi unjuk rasa 212 untuk menunjukkan aktivitas demokrasi yang kondusif, sejuk dan damai. Selain menyampaikan aspirasi, unjuk rasa tersebut diharapkan mampu mempererat kecintaan terhadap sesama anak bangsa dan memberikan yang terbaik untuk semua.