Eddy Soeparno

Menggali Potensi Ekonomi Kreatif Indonesa dalam Menghadapi MEA

Sebagai negara yang luas, Indonesia tidak hanya kaya akan sumber daya alam. Indonesia adalah sebuah negara dimana potensi-potensi keberagaman sangat luas. Indonesia kaya akan bahasa, budaya, dan sumber daya manusia yang berkualitas. Sumber daya manusia yang berkualitas di Indonesia dimulai dari mereka para anak muda. Anak muda mempunyai potensi kreativitas yang memberikan kontribusi terhadap bangsa dan negara.
Modal-modal tersebut haruslah menjadi pegangan Indonesia dalam menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean (MEA). MEA dapat dipahami sebagai integrasi ekonomi regional yang ditandai adanya arus pasar bebas seperti barang, jasa, investasi, tenaga kerja, dan modal. Peluang dari yang didapatkan oleh Indonesia berasal dari meningkatnya skala ekonomi yang memacu pertumbuhan ekonomi. Tapi disisi lain, tantangan dari MEA bagi Indonesia adalah makin menjadikan masyarakat Indonesia sebagai masyarakat konsumer. Hal tersebut ditandai dengan meningkatnya pasar impor, dengan menguatnya impor tentu akan berdampak dengan nilai Rupiah yang semakin melemah.
Dari tantangan yang ada tersebut, tentu ada celah lain bagi kita untuk memaksimalkan pertumbuhan ekonomi. Salah satu opsi penguatan ekonomi di Indonesia adalah pengembangan ekonomi kreatif. Ekonomi kreatif menjadi salah satu aspek ekonomi alternatif yang akan berpotensi menjadi peluang Indonesia dalam mengarungi MEA. Ekonomi mempunyai nilai strategi yang berguna bagi Indonesia. Ekonomi kreatif di Indonesia tumbuh dan berkembang menjadi sektor ekonomi yang memiliki peranan strategis. Pada tahun 2014, ekonomi kreatif berkontribusi 7,1 persen terhadap PDB nasional, menyerap 12 juta tenaga kerja dan berkontribusi perolehan devisa 5,8 persen.
Saat ekonomi Indonesia sedang berjuang untuk mengambil peluang dalam MEA, tentu ekonomi kreatif mampu menjadi sektor ekonomi yang dikembangkan. Indonesia mempunyai segala modal untuk mengembangkan ekonomi kreatif. Selain sumber daya yang melimpah, Indonesia juga memiliki anak-anak muda yang mampu untuk memberikan ide kreatif dan inovatif. Anak muda mampu untuk selalu berkembang mengikuti kemajuan teknologi informasi, peluang ekonomi dan sumber daya terbarukan.
Sekretaris Jendral Partai Amanat Nasional (PAN), Eddy Soeparno secara terbuka mendukung perkembangan ekonomi kreatif di Indonesia. Menurutnya, saat masyarakat hanya berfokus pada aspek ekspor dan impor, kita melupakan ekonomi kreatif sebagai salah satu sektor ekonomi yang sangat menjanjikan. Melalui pembentukan Cirebon Urban Creative Center (CUCC), Eddy juga memahami bahwa ekonomi kreatif membutuhkan anak-anak muda inovatif karena merekalah yang menjadi ujung tombak perkembangan ekonomi kreatif di Indonesia.
Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) merupakan sebuah peluang dan tantangan besar. Tetapi dengan dikembangkannya sektor ekonomi kreatif di Indonesia, maka Eddy yakin anak muda Indonesia mampu menghasilkan sebuah industri kreatif yang inovatif. Eddy juga berpesan untuk menjadikan MEA sebagai kesempatan untuk melebarkan sayap Indonesia.

Oleh Iqbal Yunazwardi