Eddy Soeparno

Mencoba Memahami Eddy dari Jepretannya

Tentang manusia dalam kesehariannya. Itulah sejumlah foto bidikan Eddy Soeparno dalam Instagram. Foto-foto itu seperti menguak sebagian dari cara pandangnya terhadap dunia. Banyak hal di luar dirinya, di Jakarta, kota kelahirannya, yang dia coba pahami.

Kalau foto-foto tentang minuman dan makanan, itu lumrah di media sosial. Tetapi tentang orang-orang yang seolah tak bernama itu menarik, sebagian tampil sebagai portraiture, tak semua orang dengan senang hati melakukannya.

Misalnya foto-foto di pecinannya Jakarta, yakni Pasar Pagi dan Petak Sembilan di kawasan Kota. Jika benar sesuai hashtag, bahwa Eddy memotret dengan lensa 50 mm pada kamera Leica-nya, ada hal yang mengudang rasa ingin tahu. Soal apa? Orang-orang itu tahu dan sadar bahwa dirinya difoto dan mereka merasa nyaman oleh kehadiran orang asing.

Mungkin kita bisa bilang, sekarang sudah lumrah orang memotret, karena pakai ponsel pun bisa. Baiklah, tapi nyatanya tak semua orang bisa memotret orang lain, men at work. Di luar soal teknis fotografis, dan apapun jenis kameranya, pendekatan itu sebuah seni.

Maka dari foto seorang abang pedagang yang sedang merokok dengan pucuk abu belum terjatuh, kita seolah melihat potret lain: seperti akting bintang-bintang film lawas Indonesia. Si abang nyaman dengan gayanya, bahkan menginginkan cetakan foto itu. Inilah berkah previu fotografi digital, sebagai kelanjutan uji coba Polaroid back pada fotografi berfilm: ada gambar contoh yang mempermudah komunikasi fotografer dan objeknya (atau subjeknya?).

  Proud AC Milan fan at Sunda Kelapa Harbour, Jakarta. #leica #leicam #leicacraft #leicacamera #leicamp #summilux   A photo posted by Eddy Soeparno (@eddy_soeparno) on

Foto-foto itu menarik. Biarlah imajinasi Anda yang menggiring Anda beropini. Termasuk foto lain di Pelabuhan Sunda Kelapa, Jakarta Utara.

Ditulis oleh Tanda Baca untuk EddySoeparno.com