Eddy Soeparno

Membangun Optimisme Perekonomian Bangsa

Optimisme merupakan hal penting untuk mewujudkan perubahan dalam pembangunan ekonomi di Indonesia. Di tahun 2017 ini, seluruh komponen, baik masyarakat maupun pemerintah, harus bekerjasama untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi Indonesia. Hasil riset Standard Chartered Bank memproyeksikan di tahun 2017 ini ekonomi Indonesia berada di level 5,3%. Angka ini di atas proyeksi pemerintah dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Dengan demikian, Pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun ini diperkirakan bisa lebih baik dari tahun 2016 lalu.

Sejumlah faktor yang mendukung pertumbuhan ekonomi adalah konsumsi rumah tangga yang meningkat serta kenaikan harga, seperti komoditas kelapa sawit, minyak, dan batu bara. Selain itu, menurut Thomas Lembong, Kepala Badan Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), mengatakan Indonesia harus mengambil peluang untuk meningkatkan investasi di bidang pariwisata. Sebab, jika negara negara lain mengalami perlemahan mata uang, maka daya minat pariwisata akan semakin meningkat untuk berwisata di Indonesia karena biaya yang dikeluarkan lebih murah. Jika para wisatawan tertarik untuk berwisata di Indonesia, maka secara otomatis pertumbuhan ekonomi nasional juga akan mengalami peningkatan.

Menanggapi hal tersebut, Sekjen DPP Partai Amanat Nasional (PAN) Eddy Soeparno menjelaskan kegagalan dalam memanfaatkan peluang era global dan digital ini bisa membuat bangsa Indonesia hanya menjadi penonton di saat bangsa-bangsa lain bermain dan berpesta. Oleh sebab itu, Eddy berharap optimisme pertumbuhan ekonomi dapat diwujudkan agar rakyat Indonesia memiliki kehidupan yang lebih makmur dan sejahtera.

Eddy meyakini, salah satu penyebab pertumbuhan ekonomi bangsa dapat ditingkatkan melalui anak-anak muda bangsa Indonesia, sebab mereka merupakan penggerak utama yang mampu menciptakan ide-ide kreatif dan produktif. Dengan pemuda yang optimis ini, maka potensi yang ada di sekitar dapat dimaksimalkan untuk meningkatkan kesejahteraan sosial.

Selain itu, dukungan dari perintah juga tentu diperlukan agar dapat bersinergi antar lembaga untuk memberikan dukungan kepada generasi muda. Kesempatan dan pemberdayaan bagi anak muda harus dibuka dan difasilitasi agar mereka bisa memajukan dan terlibat dalam membangun perekonomian.