Eddy Soeparno

Memahami Pancasila Sebagai Perekat Bangsa

Presiden Gerakan Pribumi Indonesia (Geprindo), Bastian P Simanjutak meminta tim Forensik Digital Kepolisian Republik Indonesia (Polri) agar bergerak cepat dalam mengindetifikasi akun twitter dengan nama @halojakarta yang telah menghina dan melecehkan masyarakat pribumi. Tidak hanya itu, akun twitter @halojakarta ini juga menghina dan melecehkan Ketua MPR RI, Zulkifli Hasan.

Zulhas, sapaan akrab untuk ketua MPR RI sekaligus Ketua Umum DPP Partai Amanat Nasional tersebut dituding sebagai masyarakat pribumi yang berwajah layaknya manusia purba dengan memiliki karakteristik yang terbelakang dan rasis.

Selain bermaksud menghina Ketua MPR, kicauan akun @halojakarta ini juga sekaligus menghina para pahlawan pendahulu dan founding father bangsa Indonesia. Hal seperti ini bukan tidak mungkin bisa menjadi pemicu konflik horizontal.

Menanggapi hal tersebut, Sekjen DPP PAN, Eddy Soerparno, sangat menyayangkan ujaran kebencian yang dilontarkan oleh anak-anak bangsa Indonesia. Terlepas katanya pemilik akun tersebut adalah pendukung salah satu pasangan calon gubernur dan wakil gubernur di Jakarta, bagi Eddy, hal yang perlu disayangkan bersama adalah anak-anak muda Indonesia tidak lagi mau menjunjung tinggi makna kebhinekaan dan kerukunan.

Menurut Eddy, pelaku soal penghinaan dan pelecehan terhadap masyarakat pribumi dan ketua MPR RI tersebut tidak memahami Pancasila yang selama ini menjadi perekat bangsa. Bahkan, akibat dari perbuatannya yang tidak menghormati kebhinekaan tersebut bisa mengancam perpecahan antar anak bangsa Indonesia.

Oleh sebab itu, Eddy meminta pelaku yang bersangkutan harus mempertanggung jawabkan perbuatannya di muka hukum, sehingga hal-hal yang mengundang perpecahan dan perselisihan antar kelompok atau golongan tidak ada lagi di NKRI.

Eddy juga mengajak kepada seluruh masyarakat Indonesia agar selalu menjaga kerukunan antar sesama anak bangsa serta tetap mempertahankan nilai-nilai persatuan dan saling menghormati. Baik dari suku, etnis dan agama apapun, semua tetap harus bersatu dan rukun sebab kita adalah saudara sebangsa dan senegara. Sebagaimana tagline masyarakat Sulawesi Utara, “Torang Samua Basudara”.

[fit]