Eddy Soeparno

Melahirkan Pemimpin Populis yang Cerdas dan Integritas

Pemimpin populis menjadi kebutuhan utama calon pemimpin bangsa dikarenakan seorang pemimpin populis mampu menegaskan keberpihakannya kepada rakyat kecil. Untuk memahami kondisi rakyat, pemimpin populis biasa lahir dari bawah. Oleh karena itu, karakter diri dibentuk untuk mampu memahami rakyat, mengetahui apa yang menjadi permasalahan bawahan atau pengikutnya serta sangat peka dalam membantu menyelesaikan masalah yang diikut oleh rakyat.

Tetapi untuk menjadi pemimpin populis sejati, kedekatan kepada rakyat tidaklah cukup. Setidak-tidaknya, calon pemimpin populis harus mempunyai dua karakter wajib. Pertama pemimpin populis harus mempunyai sikap cerdas. Kedua, pemimpin populis harus memiliki sikap integritas. Kolaborasi dua sikap tersebut menjadi sebuah urgensi untuk mampu memecahkan permasalahan bangsa.

Seorang pemimpin populis harus membangun sikap intelektual. Kehebatan seorang pemimpin akan di uji saat seorang pemimpin mampu bijaksana dalam memilih banyak opsi, memberikan gagasan, hingga melahirkan inovasi dan kreativitas. Oleh karena itu, pemimpin populis harus mempunyai dasar pendidikan yang baik. Pemimpin harus mampu menguasai ilmu dan pengetahuan untuk memecahkan berbagai permasalahan rakyatnya.

Pemimpin populis juga harus memiliki integritas. Kemampuan untum merangkul kalangan bawah juga harus disertai dengan sikap jujur yang mampu melaksanakan berbagai kebijakan melalui aspek moralitas. Pemimpin seperti ini mampu untuk menjunjung tinggi kebenaran sehingga lisan dan sikap juga berpengaruh dalam dalam menjaga amanah yang telah diberikan oleh rakyatnya.

Sekretaris Jendral Partai Amanat Nasional (PAN) Eddy Soeparno menjadi salah satu politisi Indonesia yang memiliki minat untuk mengkaji kebutuhan pemimpin populis Indonesia. Eddy melihat saat ini, pemimpin populis adalah sosok yang sangat dibutuhkan Indonesia. Sebagai mana pandangan Eddy di atas, Indonesia harus mulai melahirkan sosok-sosok pemimpin populis untuk membangun bangsa.

Eddy menawarkan beberapa pandangan bagaimana melahirkan pemimpin populis di Indonesia. Pertama, anak muda sejak dini harus mampu menghilangkan sikap apatis. Para pemuda harus mengikuti berbagai latihan kepemimpinan yang berfungsi untuk membangun mental kepemimpinan dan karakteristik pengorganisasian rakyat. Dalam latihan tersebut, Eddy menyarankan untuk menyisipkan beberapa materi-materi integritas seperti pendidikan anti korupsi, pendidikan moralitas dan keagamaan.

Kedua, para calon pemimpin populis harus mampu medekati dan memetakan permasalahan rakyat kecil. Pemimpin populis harus siap berbaur bersama rakyat kecil dan bergerak bersama dalam mencapai kesejahteraan sosial di Indoensia. Karena pada dasarnya, seorang pemimpin harus tahu kondisi rakyatnya. Seorang pemimpin harus tahu permasalahan dan solusi untuk rakyatnya. Seorang pemimpin harus mengabdi pada rakyatnya, pada Tanah Air Indonesia, demikianlah yang diucap oleh Eddy.

Bagi Eddy, rakyat sangat mengharapkan pemimpin cerdas, integritas, bertanggung jawab, dan mampu menjawab kebutuhan serta memperjuangkan hak rakyat kecil.