Eddy Soeparno

Lihat Survei PolMark, Sekjen PAN Minta Kader Kerja Keras

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Sekretaris Jenderal Partai Amanat Nasioanal (PAN) Eddy soeparno menanggapi santai hasil temuan PolMark Indonesia.

Menurutnya PAN pada Pemilu 2014 lalu juga hanya berkutat di angka tiga sampai persen elektabilitas.

Namun saat pemilu digelar, PAN bisa mendapatkan lebih dari tujuh persen.

“Justru hal ini menjadi motivasi dan dorongan untuk kader PAN agar lebih giat lagi untuk bekerja,” kata Eddy kepada wartawan di kawasan SCBD, Jakarta, Minggu (22/10/2017).

Dalam survei ini, Eddy pun melihat PDI Perjuangan yang mengusung Presiden Jokowi masih berpotensi besar untuk melenggang di Pilpres 2019.

“Tetapi juga kami melihat perubahan di masyarakat saat ini terjadi adanya calon a‎lternatif baru. Jadi peluang Pak Jokowi sangat besar, peluang adanya alternatif baru juga besar,” katanya.

Dirinya pun menjelaskan bahwa saat ini partainya sudah diamanatkan untuk mendorong Zulkifli Hasan bertarung di kepemimpinan nasional tahun 2019.

“Dalam hal ini kita harus melihat PAN dulu yang harus kuat, nanti di 2019, memiliki elektabilitas yang tinggi, ketika sudah tinggi mendorong partai lain untuk bergabung dengan PAN untuk mencapai treshold 20 persen, untuk membangun koalisi mendorong pak zulkifli Hasan bertarung apakah di posisi Capres atau cawapres,” katanya.

Diberitakan sebelumnya, Lembaga Survei PolMark Indonesia merilis hasil survei terbarunya soal elektebilitas partai politik.

Dalam acara yang dilanutkan dengan diskusi yang mengangkat tema ‘Tiga Tahun Jokowi-JK dan calon penantang Jokowi di Pilpres 2019’ ini hadir sejumlah petinggi partai politik.

Mereka diantaranya adalah Sekjen Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Abdul Kadir Karding, Sekjen Gerindra Ahmad Muzani, Sekjen PDI Perjuangan Ahmad Basarah, dan Sekjen Partai Amanat Nasional (PAN) Eddy Soeparno.

Dalam survei itu PDI Perjuangan masih menempati posisi teratas dengan raihan 25,1persen.

Sementara Partai Golkar secara mengejutkan menempati posisi kedua dengan nilai 9,2 persen. Dibawahnya Partai Gerindra yang menjadi oposisi masih jauh di bawah PDI Perjuangan dengan torehan 7,1 persen.

Berikut elektabilitas partai politik hari ini, jika pemilu legislatif dilaksanakan hari ini.

1. PDI Perjuangan 25,1 persen.
2. Partai Golkar 9,2 persen.
3. Partai Gerindra 7,1 persen.
4. PKB 6,3 persen.
5. Partai Demokrat 5,3 persen.
6. PAN 3,6 persen.
7. Partai Nasdem 2,8 persen.
8. PKS 2,4 persen.
9. PPP 2,4 persen.
10. Perindo 1,7 persen.
11. Hanura 0,3 persen.
12. PBB 0,2 persen.
13. PSI 0 persen.
14. IDAMAN 0 persen.

Wawancara survei dilakukan pada 9 sampai 20 September 2017. Populasi survei ini adalah WNI yang berdomisili di seluruh Indonesia, dan telah mempunyai hak pilih, yakni berusia 17 tahun ke atas atau yang sudah menikah ketika dilakukan survei ini.

Sampel berasal dari seluruh provinsi yang terdistribusi secara proporsional berdasarkan besaran jumlah pemilih.

Survei ini dilakukan kepada 2.250 responden, dengan menggunakan metode multistage random sampling dan margin of error lebih kurang 2,1 persen. Selain itu, tingkat kepercayaan sebesar 95 persen.