Eddy Soeparno

Lebaran : Momen Mencairkan Suhu Politik

Tensi politik yang terus meninggi selama beberapa bulan terakhir terkait Pemilihan Umum Legislatif dan Pilkada serentak 2017, seharusnya mencair ketika masyarakat Indonesia menyambut hari raya Idul Fitri 1 Syawal 1438 Hijriah. Masyarakat, dengan tingkat pluralis yang tinggi, menikmati penerimaan dan kebahagiaan antar manusia, -yang seharusnya- tanpa memandang kelas sosial, pendapat, dan juga ambisi kehidupan masing-masing individu.

Meskipun dalam politik, kekuasaan dinilai tak pernah lepas dalam alur pembicaraan, dan kekuasaan juga tak pernah luntur dari benak para politisi. Momentum Idul Fitri 1438 H yang datang di tengah panasnya gejolak politik Pilkada serentak 2017, menimbulkan warna tersendiri bagi aktor politik, sekaligus masyarakat penikmat tontonan panggung politik itu. Lebaran memang salah satu waktu yang baik untuk bersilaturahmi. Tidak hanya baik tapi juga sungguh indah dipandang mata dan menyejukkan hati. Apalagi sebelumnya kita melaksanakan puasa sebulan penuh dan ibadah lainnya di bulan Ramadhan. Hati yang fitrah menyebabkan silaturahim menjadi semakin indah.

Sekretaris Jenderal DPP PAN Eddy Soeparno, pada suatu kesempatan mengatakan lebaran kali ini juga bermakna sebagai momen paling tepat untuk menyambung kembali tali batin yang sempat renggang karena “perlombaan” menuju puncak kekuasaan daerah-daerah melalui Pilkada serentak 2017. Berangkat dari itu, saling memaafkan saat Idul Fitri adalah keniscayaan sebagai manusia yang tidak luput dari berbagai kesalahan. Kita harus melihat ke depan tanpa melupakan masa lalu.

Menurut Eddy, silaturahim bisa ditransformasikan untuk merajut kembali nilai-nilai persaudaraan kerukunan, bisa menjadi wahana rekonsiliasi pemimpin politik di Indonesia karena perjalanan pilkada serentak kemarin, terutama pilkada Jakarta cukup keras persaingannya.

Momentum lebaran yang datang setahun sekali, sepertinya ingin dimanfaatkan para aktor politik untuk menjernihkan pikiran dan melepas penat yang datang selama pilkada serentak berlangsung. Open house yang digelar para politisi merayakan Idul Fitri membawa dampak positif di tengah terbelahnya warga pada dua kubu selama masa kampanye pilkada serentak 2017.

Modal kebersamaan yang telah kita miliki ke depan harus dijaga. Kebersamaaan itu seperti yang dicontohkan masyarakat terbaik yang dibangun oleh Rasulullah SAW, dan para sahabat yakni masyarakat madani yang ada di Kota Madinah. Eddy menjelaskan bahwa modal kebersamaan harus ditempatkan di atas segala-galanya, menempatkan bersama di atas kepentingan individu. Ke depan tidak ada lagi perbedaan. Ada saatnya bertanding, bersanding, dan berkompetisi.

Memulihkan hubungan persatuan dan kesatuan bangsa pada keadaan semula sangatlah diperlukan apalagi dalam momen Idul Fitri di mana seharusnya umat saling memaafkan. Eddy berpesan, mari kita jadikan momentum Idul Fitri untuk saling memaafkan dan memperkuat hubungan silaturahim dan persaudaraan untuk memperkokoh persatuan dan kesatuan.

[mhd]