Eddy Soeparno

Langkah PAN di Putaran Kedua Pilkada DKI

Sekretaris Jenderal DPP Partai Amanat Nasional (PAN), Eddy Soeparno menyatakan hingga kini partainya belum menentukan langkah politik menghadapi putaran kedua Pilkada DKI Jakarta 2017. Setelah kekalahan Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni di putaran pertama, Eddy menyampaikan ada banyak pertanyaan soal kemana suara konstituen PAN akan berlabuh pada putaran kedua nanti.

Menurut Eddy, ada beberapa hal penting yang harus dilakukan oleh konstituen partai sebelum memutuskan kemana dukungannya akan diberikan. Pertama, hal yang sangat urgen untuk dilakukan adalah melakukan evaluasi internal partai PAN. Dari evaluasi tersebut sekaligus menjadi sarana musyawarah untuk menemukan kesepakatan antar kader kemana PAN akan berpihak.

Kedua, Eddy juga mengungkapkan evaluasi dan komunikasi politik dengan partai politik pengusung Agus-Sylvi sangat penting. Hal ini sebagai wujud menjaga etika politik yang santun, damai, dan bijak. Eddy mengaku, hingga saat ini PAN juga masih tergabung dalam parpol koalisi pengusung Agus-Sylvi.

Ketiga, Eddy menuturkan jika pun harus berpindah dukungan, maka harus pamit secara baik-baik dan tidak meninggalkan bekas permusuhan apapun. Eddy menambahkan rasanya tidak elok jika tiba-tiba PAN meninggalkan koalisi untuk mendukung pasangan calon gubernur dan calon wakil gubernur lain tanpa permisi.

Menanggapi isu soal keberpihakan PAN yang sudah mengikrarkan diri mendukung pasangan calon Anies Baswedan-Sandiaga Uno, Eddy menjelaskan belum ada yang pasti terkait hal tersebut. Jika pun ada yang mendukung Anies-Sandi, itu tentu hanya bersifat pribadi dari masing-masing kader. Namun secara kelembagaan, PAN belum memutuskan untuk mendukung Anies-Sandi.

PAN sebagai partai terbuka yang menjunjung tinggi nilai-nilai demokrasi tentu tidak akan diam menyikapi Pilkada DKI putaran kedua nanti. Namun, saat ini mematangkan konsep dan bermusyawarah antar kader adalah tugas utama agar tidak ada dua suara dalam satu tubuh PAN. Soal kemana arah dukungannya nanti, biar hasil musyawarah yang menentukan.

[fit]