Eddy Soeparno

Kolaborasi Agus-Sylvi Akan Bawa Jakarta Lebih Baik

Pemilihan Gubernur (pilgub) DKI Jakarta pada Februari 2017 nanti akan membawa isu-isu terkait perubahan bagi kota Jakarta. Pesta demokrasi lima tahunan tersebut diprediksi akan berlangsung menarik. Para pasangan calon diharapkan memiliki kombinasi kecerdasan, pengalaman, ketegasan serta berwawasan luas. Sekretaris Jendral PAN Eddy Soeparno berpandangan bahwa Jakarta membutuhkan sosok yang mampu menata birokrasi dan menjalankan administrasi pemerintahan dengan baik. Eddy menegaskan bahwa partainya melihat calon gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta, Agus Harimurti Yudhoyono – Sylviana Murni paling ideal memimpin Ibukota.

Setelah melewati proses politik yang panjang, PAN secara yakin mendukung secara penuh pasangan Agus-Sylviana untuk memimpin Jakarta lima tahun kedepan. Eddy mengatakan bahwa ke-empat partai koalisi (PAN, Partai Demokrat, PPP, dan PKB) melihat pasangan tersebut mampu untuk saling melengkapi. Naiknya Agus-Sylviana merupakan kejutan bagi kontestasi politik dalam Pilgub DKI.

Eddy menganggap bahwa pasangan tersebut adalah figur pembaharuan, tidak terduga-duga dan ternyata mendapatkan sambutan baik dari masyarakat Jakarta. Agus-Sylvi menurut Eddy juga memiliki kompetensi, memiliki kapabilitas, memiliki persepsi bersih, anak muda, memiliki kecerdasan, ketegasan dan kesantunan. Sehingga, ini memberikan harapan dan angin segar juga bagi para pemilih DKI Jakarta.

Agus Harimurti Yudhoyono telah memiliki pengalaman kepemimpinan selama berkarir di militer dalam kurun waktu kurang lebih 16 tahun. Jabatan terakhir kepemimpinan Agus dalam TNI adalah sebagai Komandan Batalyon Infanter Mekanis/Arya Kemuning, Tanggerang. Dalam sebuah wawancara, salah satu tugas yang akan terus diingat oleh Agus selama menjadi prajurit TNI adalah bagaimana aspek kepemimpinan yang baik berasal dari kedekatan dengan prajuritnya. Hal tersebut akan diaplikasikan pada keadaan sosial masyarakat Jakarta dengan mendekat dan mendengarkan langsung keluhan rakyat yang menginginkan perubahan. Sedangkan Syliviana adalah seorang birokrat sejati yang telah berkarir dalam ranah pemerintahan DKI Jakarta. Perpaduan tersebut diharapkan mampu menciptakan Jakarta yang mampu untuk memimpin secara santun, manusiawi dan berkarakter.

Disisi lain, pesta demokrasi Ibukota juga harus didukung dengan situasi kondusif. Eddy mengharapkan agar tiap-tiap pasangan calon untuk mampu menjaga dan menstabilkan keadaan politik Ibukota. Eddy melihat bahwa Pilgub DKI kali ini akan berjalan menarik apabila setiap calon mampu memberikan gagasan terbaiknya perihal masa depan Jakarta kedepan. Pelaksanaan demokrasi harus dilaksanakan dengan tertib dan kondusif. Eddy mengajak seluruh masyarakat Jakarta untuk menghindari adanya kegaduhan dan mampu bersikap dewasa dalam menerima pandangan politik masing-masing kubu.

Oleh Iqbal Y.