Eddy Soeparno

Ketauladanan dan Kesantunan, Kekuatan Utama Pemimpin Sejati

Pemimpin adalah seorang panutan yang menjadi contoh bagi rakyat yang dipimpinnya. Seseorang yang bertanggung jawab atas posisinya, sehingga dapat menciptakan masyarakat yang adil dan sejahtera. Pemimpin tidak harus terlahir dari keluarga bangsawan atau kaya raya, namun dapat juga terlahir dari keluarga miskin. Hal terpenting adalah sosok pemimpin harus terlahir dengan mempunyai watak dan karakter kepemimpinan yang akan selalu dikenang oleh rakyatnya. Dewasa ini, kepemimpinan menjadi pembicaraan yang hangat. Terutama dalam pemilihan gubernur Jakarta tahun 2017 yang sangat menyita perhatian.

Memilih seorang pemimpin bukan perkara suka atau tidak, atau sesederhana memilih baju yang akan dipakai untuk acara tertentu. Namun, lebih dari itu, memilih pemimpin dalam kehidupan jangka panjang perlu pertimbangan yang sangat matang. Bagaimanapun dalam waktu yang panjang masyarakat harus menerima dan taat kepada pemimpin. Untuk itulah diperlukan metode pemilihan pemimpin yang bukan hanya dilihat dari kemasan visi misi, namun dari sifat karakter pemimpin sejati.

Karakter itu terkait soal bagaimana pemimpin mengatur rakyatnya, memajukan setiap daerah yang dipimpinnya, dan lain-lain. Setiap pemimpin harus memikirkan dan menemukan solusi dari setiap masalah yang terjadi di wilayah yang dipimpinnya tersebut. Menurut pendapat Sekjen DPP PAN Eddy Soeparno, DKI Jakarta membutuhkan seorang pemimpin yang mampu membawa perubahan lebih baik untuk Ibukota dengan visi misinya, serta dapat menggerakkan semua lapisan masyarakat menuju visi tersebut.

Untuk dapat menggerakkan semua lapisan masyarakat, maka dibutuhkan ketauladanan dan kesantunan oleh pemimpin. Pemimpin itu bukan hanya memberikan arahan dan perintah kepada bawahannya.Pemimpin juga harus mampu memberikan contoh, berkomunikasi dan berkoordinasi dengan baik. Penting bagi seorang pemimpin adalah dihormati bukan ditakuti oleh bawahannya. Yang diharapkan adalah bawahan dapat mengerjakan pekerjaannya karena rasa tanggung jawab, bukan dalam ketakutan.

Eddy juga berpendapat jika melihat visi-misi program kedua pasangan calon (Anies-Sandi dan Ahok-Djarot), keduanya punya program yang baik untuk DKI Jakarta. Tetapi, visi dan misi saja tidak cukup. Kita menginginkan kepemimpinan yang tauladan yang memberikan keteguhan untuk masyarakat. Dalam hal ini, PAN memiliki kriteria pemimpin yang didambakan, yakni memiliki sifat yang santun dan ketauladanan.

Eddy Soeparno menyatakan kekuatan utama seorang pemimpin adalah ketauladanan dan kesantunan. Dengan dua hal tersebut maka sangat mudah bagi seorang pemimpin menjalankan amanahnya. Rakyat yang dipimpinnya pun akan sangat mudah mengikuti segala arahannya dengan senang hati. Pemimpin yang berjiwa negarawan pasti memiliki ketauladanan dan kesantunan. Santun adalah berkata lemah lembut serta bertingkah laku halus dan baik.

Kesantunan seseorang dapat dilihat dari ucapan dan perilakunya. Dari sini dapat disimpulkan bahwa santun mencakup dua hal,yakni santun dalam ucapan dan santun dalam perbuatan. Jika kita menunjukkan sikap sopan santun, maka kita akan dihargai dan dihormati orang lain. Keteladanan seorang pemimpin bisa tercermin dari perilaku sehari-hari dan rekam jejaknya mulai dari pendidikannya sampai sekarang. Keteladanan yang harus dimiliki seorang pemimpin adalah jujur dan bertanggung jawab. Eddy berpendapat pemimpin yang sejati merupakan dambaan bagi setiap orang, sebab pemimpin itulah yang akan membawa maju-mundurnya suatu organisasi, lembaga, daerah dan negara. Oleh karena itu jangan sampai salah memilih pemimpin. Sebab pemimpin sejati mutlak dibutuhkan demi tercapainya kemaslahatan umat.

[mhd]