Eddy Soeparno

Jakarta untuk Rakyat, Jakarta Milik Rakyat

Pesta demokrasi pemilihan gubernur DKI Jakarta sudah semakin meriah. Banner, baliho, poster, foto meme, dan berbagai atribut meramaikan kampanye ketiga calon gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta mendatang. Blusukan, berdialog, turun lapangan menyapa langsung masyarakat, dan ragam metode kampanye lainnya dilakukan oleh para pasangan calon demi mendapatkan perhatian hingga dukungan untuk maju menjadi pemimpin DKI kelak.

Terlepas dari itu, Jakarta dengan status problematikanya yang pelik menjadi sebuah tantangan besar bagi para calon pemimpin. Sebagai warga Jakarta, tentu keinginan Jakarta menjadi lebih baik adalah harapan bagi setiap orang yang tinggal didalamnya. Oleh karenanya, teruntuk para calon pemimpin Jakarta, berpikir keraslah.

Setiap pasangan calon pemimpin harus memiliki integritas, memiliki kemampuan untuk berpikir strategis mencari solusi-solusi apik dalam upaya memperbaiki Ibukota Jakarta dengan mempertimbangkan berbagai aspek terkait. Jangan asal melakukan pembangunan tanpa memikirkan imbas pada aspek lingkungan dan warisan budaya. Jangan asal pula memperlakukan warga Jakarta semena-mena.

Kota ini membutuhkan sosok pemimpin tauladan. Seorang pemimpin yang mampu mengayomi dan berkomunikasi dengan baik. Dalam hal ini, saya sepakat dengan perkataan Eddy Soeparno seorang Sekjen DPP PAN. Beliau mengatakan bahwa hal yang tak kalah penting adalah kemampuan komunikasi yang baik, santun, beretika antara pemimpin DKI yang akan datang dengan warganya.

Karena sejatinya, Jakarta adalah milik rakyat. Memiliki sikap saling menghargai dan menghormati antara sesama adalah suatu kriteria penting yang harus dimiliki seorang pemimpin. Solusi-solusi yang tepat dapat diambil, dikompromikan dan dihasilkan melalui komunikasi yang baik.

Oleh Mutia K