Eddy Soeparno

Gerindra, PAN dan PKS Siapkan Bentuk Poros Baru di Jawa Timur

JAWA TIMUR – Peta pertarungan di Pilkada Jawa Timur bakal semakin dinamis setelah tiga partai yakni Gerindra, Partai Amanat Nasinoal (PAN) dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menjajaki pembentukan poros baru.

Poros baru ini nantinya akan memunculkan calon gubernur (cagub) lain di luar petahana Syaifullah Yusuf (Gus Ipul) dan Menteri Sosial (Mensos) Khofifah Indar Parawansa. Dalam waktu dekat tiga partai ini akan segera membuat keputusan resmi terkait rencana koalisinya.

Salah satu nama populer yang dimunculkan oleh poros baru ini adalah anggota DPR dari daerah pemilihan (dapil) Jatim Anang Hermansyah. Anang yang juga selebritas papan atas Tanah Air ini dinilai memiliki popularitas yang bisa menyaingi Gus Ipul dan Khofifah.

“Kemungkinan besar (poros baru) dengan PKS dan PAN, dan insya Allah dalam waktu dekat sudah ada keputusan resmi dari DPP Partai Gerindra,” kata Ketua DPP Partai Gerindra Moh Nizar Zahro saat dihubungi wartawan di Jakarta, kemarin.

Jika poros baru ini jadi terbentuk, otomatis akan mengubah peta politik menjelang pemilihan gubernur. Calon yang diusung berpotensi memecah suara Gus Ipul dan Khofifah yang sebelumnya diprediksi akan bersaing ketat jika pertarungannya berlangsung head to head.

Gus Ipul yang berpasangan dengan Abdullah Azwar Anas akan diusung Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dan PDI Perjuangan yang total memiliki 39 kursi. Sedangkan Khofifah yang belum menentukan calon wakil gubernur pasangannya diusung oleh Partai Golkar, Nasdem, dan Demokrat yang total memiliki 28 kursi. Kedua poros ini sudah memenuhi syarat minimal jumlah kursi DPRD untuk mengusung calon, yakni 20.

Jika poros PAN, Gerindra dan PKS jadi terbentuk, jumlah kursi mereka yakni 26. Mengenai nama yang akan diusung, Nizar menjelaskan sejauh ini partainya masih mempertimbangkan. Acuannya adalah popularitas dan elektabilitas berdasarkan hasil survei. Nama calon akan diusulkan oleh DPD Gerindra Jatim.

“Partai Gerindra tentunya sudah bekerjasama dengan lembaga survei untuk melihat figur-figur potensial baik dari kader internal maupun tokoh dari eksternal,” kata anggota DPR asal Daerah Pemilihan (Dapil) Jatim XI itu.

Gerindra yang memiliki 13 kursi di DPRD Jatim menilai Pilkada Jatim sangat strategis sehingga menjadi perhatian serius untuk dimenangi.
“Gerindra tidak akan melepaskan begitu saja Pilgub Jatim. Kami akan bekerja keras agar calon yang kami usung menang,” ujarnya.

Sementara itu, Sekjen DPP PAN Eddy Soeparno mengatakan, Pilkada Jatim tidak mutlak terpusat pada sosok Gus Ipul dan Khofifah saja karena masih ada beberapa calon potensial yang layak diusung.

“Kami siap membangun poros baru denga partai yang belum mengusung cagub, seperti Gerindra misalnya. Kami yakin ada tokoh Jatim lain yang juga layak,” kata Eddy di Jakarta kemarin.

Menurutnya, PAN yang memiliki 7 kursi di DPRD juga memiliki kader yang memiliki kapasitas dan kompetensi serta punya popularitas tinggi seperti Suyoto, Masfuk, dan Anang Hermansyah.

Namun demikian, kata Eddy, PAN juga masih membuka peluang berkoalisi dengan salah satu dari dua calon gubernur yang sudah mendeklarasikan diri, terutama jika ada di antara keduanya yang memilih kader PAN sebagai cawagub.

“Kita tetap membuka komunikasi dengan para cagub lain,” kata dia.

PKS juga membuka diri untuk bergabung dengan poros baru yang digagas Gerindra ini. Wakil Ketua Majelis Syuro PKS Hidayat Nur Wahid mengungkapkan, PKS yang memiliki 6 kursi masih menunggu amanat para kiai di Jatim mengenai siapa yang harus didukung. Namun dia mengakui ada upaya dari internal partai untuk menghadirkan alternatif calon melalui poros baru.

“Kita mengusulkan alternatif baru sambil menunggu nasihat akhir dari para kiai,” ujarnya. (Kiswondari)