Eddy Soeparno

Gebrakan Dua Tahun Pemerintahan Jokowi-JK

Genap dua tahun sudah pemerintahan Joko Widodo dan Jusuf Kalla (Jokowi-JK) yang jatuh pada Kamis, 20 Oktober 2016. Meskipun begitu, sesungguhnya umur pemerintahan ini masih terbilang baru mengingat lama masa jabatan presiden dan wakil presiden RI adalah 5 tahun. Namun begitu sebagai seorang presiden, Jokowi tentu tidak akan menyia-nyiakan waktu, selama dua tahun pemerintahannya presiden bersama jajaran kabinetnya bekerja dan berusaha membuat gebrakan-gebrakan yang hasilnya segera bisa dirasakan oleh masyarakat.

Percepatan dilakukan di berbagai sektor, termasuk salah satu yang utama adalah sektor ekonomi. Pemerintah serius memperkuat ekonomi nasional untuk menghadapi ekonomi dunia yang melambat. Keseriusan tersebut juga dibuktikan dengan masuknya Sri Mulyani ke dalam kabinet. Selain itu yang tidak kalah penting pada pemerintahan Jokowi ini adalah pembenahan segala urusan administrasi dan usaha percepatan pada reformasi birokrasi. Melihat kinerja pemerintahan Jokowi, Sekjen Partai Amanat Nasional (PAN) Eddy Soeparno mengatakan, “kita bisa lihat dari administrasi yang dilakukan oleh Pak Jokowi-JK, mereka mampu mengakselerasi proyek-proyek infrastruktur yang masih belum dituntaskan oleh pemerintahan sebelumnya.”

Selain itu Eddy Soeparno menambahkan, “kita juga bisa lihat, terjadi reformasi birokrasi yang cukup signifikan. Ini adalah dua hal yang terlihat sebagai bentuk prestasi yang harus diapresiasi oleh masyarakat terhadap pemerintahan Jokowi-JK.”Selain itu, menurut Eddy, Jokowi-JK juga berhasil menambal kekurangan APBN. “Salah satunya dengan tax amnesty,” kata dia
Seperti yang kita ketahui, Presiden Jokowi menggulirkan program pengampunan pajak (tax amnesty). Pemerintah menilai Tax Amnesty bukan semata-mata untuk mengejar target penerimaan negara, tapi yang penting untuk memperbaiki sistem perpajakan Indonesia dan memperluas basis pajak di dalam negeri. Dan Program ini di klaim telah berhasil. Pada tax amnesty periode I yang berakhir September 2016, pemerintah berhasil mengumpulkan harta deklarasi dan repatriasi mencapai Rp 3.540 triliun.

Selain itu, selama dua tahun Jokowi dan jajaran kabinetnya bergerak cepat melaksanakan pembangunan. Sejumlah mega proyek dengan nilai strategis diluncurkan untuk percepatan dan pemerataan pembangunan di semua wilayah Indonesia. Beberapa proyek strategis itu antara lain pembangunan infrastruktur seperti jalan raya, jalan tol, pelabuhan, dan bandara, program sejuta rumah, bendungan atau waduk, pembangkit listrik, dan lainnya.

Oleh Kisandani