Eddy Soeparno

Debat Terakhir Sasar Undecided Voters

Debat Kandidat Pemilihan Gubernur (Pilgub) DKI Jakarta yang pertama telah digelar pada Jumat 13 Januari 2017 di Hotel Bidakara Jakarta Pusat. Pada debat pertama Komisi Pemilihan Umum (KPU) DKI Jakarta telah menetapkan tema tentang “Pembangunan Demokrasi dan Pemerintah yang Efektif”. Komisioner KPU DKI, Dahliah Umar mengatakan tema tersebut diambil karena KPU menilai pemerintahan yang efektif sangat erat kaitannya dengan reformasi birokrasi. Selain itu, inovasi pemerintahaan dan penegakan hukum yang adil terkait korupsi dan pungli yang menjadi masalah-masalah di Ibukota juga harus dibersihkan secara efektif.

Kemudian debat kedua dilaksanakan pada Jumat 20 Januari 2017 di hotel yang sama. KPU memilih tema tentang “Reformasi birokrasi dan pelayanan publik tata kelola kawasan perkotaan di Jakarta”. Tema ini diambil karena pentingnya strategi pembangunan di kawasan perkotaan dan di wilayah-wilayah se-DKI Jakarta. Disamping itu, pelayanan yang baik untuk masyarakat juga diharapkan mampu diberikan oleh para kandidat jika nantinya terpilih sebagai pemimpin DKI Jakarta.

Selanjutnya debat ketiga atau yang terakhir akan digelar Jumat 10 Februari mendatang. Tema yang diambil oleh KPU mengenai “Kependudukan dan Peningkatan Kualitas Hidup Masyarakat Jakarta”. Adapun sub tema tersebut adalah pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak serta kebijakan-kebijakan pemerintah terkait disabilitas dan penyalahgunaan narkoba.

Kita apresiasi upaya KPU DKI Jakarta dalam memilih tema yang menggiring para pasangan calon (paslon) untuk tetap memperhatikan masyarakat Jakarta. Sebab, tema-tema tersebut diambil juga tentu bukan tanpa pertimbangan ataupun perhitungan yang sangat mendalam terkait masalah dan kebutuhan masyarakat DKI Jakarta.

Menurut Sekretaris Jenderal DPP Partai Amanat Nasional Eddy Soeparno, debat kandidat yang akan dilaksanakan pada 10 Februari mendatang merupakan momen penting untuk meyakinkan para pemilih atau masyarakat Jakarta yang belum menentukan pilihannya (undecided voters).

Eddy berharap para paslon berupaya keras untuk meyakinkan para pemilih dengan mengedepankan program kerja yang jelas, rinci, dan dapat menyampaikannya dalam bahasa yang praktis. Tujuannya, agar debat mudah dipahami oleh masyarakat. Dengan upaya-upaya tersebut maka tidak sulit bagi para paslon untuk menarik perhatian ataupun kemantapan hati para pemilih untuk memilihnya.

Meski hingga saat ini jumlah pemilih yang masih ragu dalam menentukan pilihannya tersebut sudah tidak banyak lagi, namun para paslon tetap harus berupaya untuk menarik perhatian para pemilih mengingat pada debat-debat sebelumnya ketiga paslon telah bersaing ketat. Setiap suara pemilih adalah penting dan menjadi penentu bagaimana DKI Jakarta yang akan datang. Oleh sebab itu, untuk para paslon diharapkan terus meningkatkan semangat pembaharuan untuk menciptakan program kerja yang jelas. Sementara seluruh masyarakat Jakarta diharapkan tetap menggunakan hak pilihnya untuk menentukan masa depan DKI Jakarta.

[trio]