Eddy Soeparno

Apresiasi Keberhasilan Tax Amnesty Periode I

Pada periode pertama amnesti pajak baru saja berlalu. Pada awalnya, pelaksanaan program amnesti pajak mengalami berbagai kendala, seperti belum lengkapnya aturan pelaksanaan undang-undang pengampunan pajak dan belum keseragaman pemahaman masyarakat maupun pegawai pajak mengenai amnesti pajak serta masih adanya gugatan ke mahkamah konstitusi terkait hal tersebut. Selama periode pertama pelaksanaan amnesti pajak yang dimulai 1 Juli s.d. 30 September 2016, capaian yang diperoleh menunjukkan hasil yang meyakinkan dan memberikan harapan yang besar pada periode berikutnya.

Secara statistik, tercatat adanya tambahan penerimaan pajak dari uang tebusan yang mencapai lebih dari Rp 97 triliun. Total uang tersebut adalah nilai tertinggi dari negara-negara yang pernah melaksanakan amnesti pajak. Selain itu, penerimaan pajak bertambah lebih dari Rp 3 triliun yang berasal dari pelunasan utang pajak sebagai prasyarat bagi wajib pajak untuk berpartisipasi dalam program amnesti pajak. Jumlah deklarasi harta telah mencapai lebih dari Rp 3.600 triliun, termasuk jumlah repatriasi harta dari luar negeri lebih dari Rp 137 triliun. Total peserta yang mengikuti amnesti pajak sekitar 347.000 dengan penambahan wajib pajak baru sekitar 14.135.

Ahli perpajakan dan keuangan Eddy Soeparno sekarang menjabat sekretaris jenderal PAN yang sejak awal mendukung amnesti pajak sangat mengapresiasikan kinerja Kementerian Keuangan dan Direktorat Jenderal Pajak atas hasil amnesti pajak. Terlebih lagi kepada Bapak Presiden Joko Widodo dan Bapak Wakil Presiden Jusuf Kalla yang ikut serta mensosialisasikan amnesti pajak kedalam negeri sampai keluar negeri. Keberhasilan amnesti pajak berarti bahwa masyarakat Indonesia sangat mendukung pemerintahan Jokowi-JK. Dana dari amnesti pajak bagaikan mendapatkan minuman di padang pasir oleh karena itu pemerintah harus bijak menggunakan dana tersebut, kata Eddy Soeparno.

Eddy Soeparno yang dikenal sebagai politisi santun menjelaskan bahwa keberhasilan tax amnesty harus disambut baik dengan mengalokasikan dana yang masuk ke sektor-sektor penggerak ekonomi. Salah satu sektor yang harus dikembangkan adalah pembangunan industri yang padat karya karena dengan pengembangan industri padat karya akan mengurangkan beban pemerintah terkait pengangguran. Bisa juga dana itu dialokasikan untuk mengebut beberapa pembangunan infrastruktur guna memperlancar kegiatan-kegiatan ekonomi. Eddy yakin pemerintah mampu mengunakan dana amnesti pajak dengan sebaik mungkin.

Peran serta masyarakat dalam mengikuti amnesti pajak juga dipuji oleh Eddy Soeparno. Menurut dia peran masyarakat dalam mengikuti amnesti pajak sangat vital karena dengan sukarela masyarakat melaporkan harta yang mereka miliki. Bentuk keikutsertaan masyarakat pada amnesti pajak.

Oleh M. Harahap