Eddy Soeparno

Alasan PAN dukung Agus-Silvi

Tiga pasang calon gubernur DKI Jakarta resmi mendaftar ke KPUD DKI dan telah menjalani tes kesehatan. Mereka adalah calon petahana Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)-Djarot Saiful, yang didukung Golkar, Nasdem, Hanura, dan PDIP. Lalu ada mantan mendikbud Anies Baswedan yang berpasangan dengan Wakil Ketua Dewan Pembina Gerindra Sandiaga Uno, yang didukung Gerindra dan PKS. Kemudian terakhir adalah Agus Harimurti Yudhoyono, yang merupakan putra sulung mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, yang berpasangan dengan Silviana Murni. Pasangan Agus-Silvi didukung Partai Demokrat, PKB, PPP, dan PAN.

Majunya Agus bisa dibilang sangat mengejutkan karena namanya muncul hanya satu sampai dua hari jelang penutupan pendaftaran bakal calon gubernur DKI. Bahkan, Agus yang harus mundur dari TNI, tidak pernah diprediksi dan namanya tidak pernah masuk dalam bursa calon gubernur DKI di survei manapun.

Memang tidak mudah untuk mengalahkan pasangan Ahok-Djarot, maupun Anies-Sandiaga yang memiliki kualitas, baik kualitas individu maupun mesin partai. Namun, tidak banyak pula yang menilai Ahok juga memiliki kualitas setara dengan para lawannya tersebut, salah satunya Sekjen DPP PAN Eddy Soeparno. Menurutnya Agus-Silviana merupakan pasangan ideal untuk memimpin Jakarta.

“Jakarta harus dipimpin oleh pasangan yang memiliki kombinasi antara kecerdasan, intelektualitas, pengalaman, ketegasan, aspek-aspek wawasan yang luas dengan digabungkan pengalaman birokrasi kematangan didalam menjalankan administrasi pemerintahan,” kata Eddy.

Apa yang dikatakan Eddy sebenarnya mencerminkan keinginan rakyat Jakarta yang menginginkan pemimpin yang tidak hanya hanya tegas, namun memiliki pengetahuan yang luas terhadap permasalahan Jakarta. Agus merupakan orang yang berlatar belakang prajurit, pastinya dia tegas dan berjiwa nasionalisme. Agus juga bisa saja menjadi antitesa Ahok yang suka berkata kasar karena Agus merupakan sosok yang santun.

Soal menjalankan birokrasi, Silvi yang sudah malang melintang saat menjadi PNS di Pemprov DKI dan pernah menjadi Wali kota Jakarta Pusat, Jakarta pastinya sudah mengerti bagaimana menjalankannya roda pemerintahan di DKI.

Eddy juga memprediksikan Pilgub DKI akan berlangsung seru dan menarik. Selain itu, Pilgub Jakarta yang euforianya hampir sama seperti Pemilihan Presiden merupakan ujian bagi demokrasi di Indonesia. Menurut dia, jika demokrasi di DKI Jakarta ini bisa dilakukan dengan cara tertib, lancar, dan tanpa kegaduhan, maka bisa menjadi tontonan menarik. Ditambah lagi, hal ini merupakan persembahan bagi Indonesia bahwa DKI Jakarta yang selama ini sebagai barometer politik Indonesia, ternyata bisa memberikan contoh bagi seluruh pilkada lainnya di Indonesia.

Oleh M. Harera