Eddy Soeparno

Aksi 55 Perjuangkan Keadilan Hukum

Aksi damai bela Islam kembali digelar menjelang pembacaan vonis kasus dugaan penistaan agama dengan terdakwa Basuki Tjahaya Purnama alias Ahok. Hari ini (5/5), massa aksi sudah banyak yang berdatangan memadati masjid Istiqlal, Jakarta Pusat.

Aksi yang diberi nama Aksi 55 ini merupakan bentuk ekspresi dari masyarakat yang merasa tidak mendapatkan keadilan atas tuntutannya terhadap Ahok yang dijerat dengan pidana penistaan agama Islam.

Sekretaris Jenderal DPP Partai Amanat Nasional (PAN), Eddy Soeparno mengungkapkan, ketika ada masyarakat yang sudah merasa ternista, maka sudah menjadi kewajiban kita melihat keadilan ditegakkan dalam sebuah vonis yang mencerminkan keadilan tersebut.

Menurut Eddy, keadilan tersebut bisa ditegakkan jika vonis keputusan Hakim adil dan transparan. Umat Islam telah merasa agamanya dinodai oleh Gubernur Jakarta yang masa jabatannya tinggal menghitung bulan. Tidak hanya itu, Ahok juga dirasa telah melakukan pelecehan terhadap salah satu ayat kitab suci Al-qur’an yang mana Al-qur’an adalah sebagai pedoman hidup umat Islam.

Eddy berharap, dengan adanya aksi tersebut paling tidak keadilan bisa ditegakkan dan hakim mampu memenuhi apa yang menjadi harapan masyarakat yang merasa agamanya telah dinodai.

Soal aksi yang dikhawatirkan akan rusuh dan merusak fasilitas umum, Eddy menanggapi yang namanya aksi damai tentu akan berjalan dengan damai. Apalagi, kita juga sudah tahu bahwa aksi 55 ini bukanlah aksi damai yang pertama kali akan dilakukan. Sebelumnya sudah ada juga aksi 212, 411, dan aksi-aksi damai lainnya.

Melihat 411 kemarin, memang rasanya tidak mungkin aksi damai yang akan dilaksanakan hari ini mendatangkan keributan atau merusak fasilitas umum. Aksi damai akan tetap terealisasi sebab misi para masa aksi bukanlah menciptakan keributan melainkan mencari keadilan. Justru, Eddy mengungkapkan aksi-aksi seperti May Day yang berjalan kurang kondusif.

Aksi 55 harus dipandang sebagai cara masyarakat mengeluarkan pendapat dan opininya di era demokrasi. Kebebasan bersuara masyarakat tidak boleh di bungkam hanya karena kekhawatiran yang belum tentu akan terjadi. Suara masyarakat untuk membela agamanya, untuk mendapatkan keadilannya harus kita dukung dan perlu mendapatkan apresiasi. Semoga aksi 55 hari ini bisa berjalan lancar dan tidak merugikan pihak mana pun.

[fit]