Eddy Soeparno

3 Tahun Pemerintahan Jokowi – JK di Mata Sekjen DPP PAN

Tepat hari Jumat, 20 Oktober 2017 hari ini dari berbagai kalangan ramai membicarakan pencapaian-pencapaian Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla, mengingat hari inilah tepat tiga tahun mereka menjalankan roda pemerintahan Republik Indonesia. Apa perkembangan signifikan yang bisa kita lihat hingga saat ini?

Banyak kalangan memberikan apresiasi kepada pemerintahan Jokowi – JK atas pembangunan infrastruktur yang sudah berjalan baik selama tiga tahun ini. Salah satunya Sekretaris Jenderal DPP PAN Eddy Soeparno. Ia mengungkapkan, pemerintahan Jokowi – JK telah bekerja dengan ‘full speed’ untuk membenahi permasalahan di Indonesia.

Menurutnya, pada dasarnya keberhasilan pemerintah yang paling menonjol dan terlihat secara kasat mata adalah pembangunan infrastruktur yang dilakukan secara masif di seluruh tanah air. Pembangunan jalan tol, bandara, dan pelabuhan menjadi bukti yang terlihat fisiknya juga dapat dirasakan dampak ekonominya secara instan.

Eddy menjelaskan, pembangunan infrastruktur transportasi darat seperti jalan tol dan pembangunan bandara di beberapa kota yang relatif kecil tentu saja menjadi kabar gembira bagi dunia usaha. Sebab, biaya untuk distribusi barang tentu saja menjadi lebih murah dan efisien. “Sontak ekonomi daerah yang dibangun pembangunan infrastrukturnya menjadi terbuka dan tumbuh menggeliat karenanya. Atas pencapaian ini, patut kita ‘angkat topi’ kepada Pak Jokowi dan Pak JK,” ujarnya.

Namun, sejalan dengan pencapaian positif tentu masih banyak pekerjaan rumah yang masih terbengkalai dan butuh diselesaikan dengan segera. Masalah-masalah kesenjangan sosial menjadi ‘PR’ utama yang harus segera dicarikan solusinya oleh pemerintahan sekarang. Masalah-masalah ini bisa kita lihat dari menurunnya kesejahteraan masyarakat, daya beli yang merosot, merenggangnya toleransi antar bangsa, serta meningkatknya jumlah kemiskinan dan pengangguran di Indonesia.

Badan Pusat Statistika (BPS) merilis laporan jumlah angkatan kerja di Indonesia pada Februari 2017 tercatat sebanyak 131,55 juta orang angkatan kerja atau naik 3,88 juta orang dibandingkan Februari 2016. Dari jumlah tersebut, penduduk Indonesia yang bekerja pada Februari 2017 tercatat sebanyak 124,54 juta orang atau naik 3,98 juta orang dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Sementara jumlah pengangguran tercatat 7,01 juta orang. Hanya berkurang 10 ribu orang dibandingkan Februari 2016.

Sementara Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di perkotaan tercatat cenderung lebih tinggi dibanding di pedesaan. Pada Februari 2017, TPT di perkotaan mencapai 6,50 persen, sedangkan di pedesaan hanya 4 persen. Tentu hal ini juga harus menjadi perhatian pemerintah dengan serius.

Tak cukup hanya masalah pengangguran saja, namun masalah kemiskinan di Indonesia juga semakin terus bertambah. Masih dalam catatan BPS, pada Maret 2017 jumlah penduduk miskin, yakni penduduk dengan pengeluaran per kapita per bulan di bawah garis kemiskinan di Indonesia mencapai 27,77 juta orang atau 10,64 persen dari jumlah total penduduk.

Angka ini bertambah 6,90 ribu orang dibandingkan dengan September 2016 yakni sebesar 27,76 orang atau 10,70 persen. Meski secara presentase angka kemiskinan mengalami penurunan, namun secara jumlah angka tersebut mengalami kenaikan.

Masalah-masalah inilah yang menjadi perhatian khusus Eddy Soeparno sebagai kader PAN yang notabene mendukung pemerintah. Eddy pun meminta pemerintah untuk segera memberikan perhatian lebih terhadap masalah kesenjangan yang berpotensi menimbulkan konflik sosial.

“Sejumlah ‘PR’ ini wajib menjadi fokus dan perhatian pemerintah saat ini, agar kelak dikenang sebagai pemerintah yang tidak saja sukses membangun infrastruktur, namun juga berhasil menyejahterakan dan mengayomi segenap anak negeri,” pungkasnya.

[iza]