Dukung Larangan Sementara Ekspor Batubara, Pimpinan Komisi VII DPR Bicara Percepatan Kemandirian Energi

Kementerian ESDM menyetop ekspor batu bara sementara pada bulan ini. Larangan ekspor sementara dilakukan untuk kebutuhan pembangkit listrik PLN.

Pimpinan Komisi VII DPR RI Eddy Soeparno menyampaikan dukungannya atas kebijakan Kementerian ESDM tersebut.

“Kita mendukung aturan yang dikeluarkan Kementrian ESDM dalam rangka menjaga dan mengamankan kebutuhan batubara untuk pembangkit-pembangkit listrik PLN,” tegas Eddy di Jakarta, Sabtu (1/1/2022).

Menurut Eddy yang juga Sekjen DPP PAN ini, sejak beberapa bulan yang lalu memang sudah terlihat minimnya stok batubara untuk PLN.

“Karena tingginya harga batubara di pasaran dunia sehingga pasar ekspor tentu lebih menarik ketimbang harga penjualan domestik yang berbasis HBA (harga batubara acuan),” ungkapnya.

Eddy mengungkapkan meskipun ada kewajiban untuk memasok batubara untuk konsumsi listrik domestik dalam bentuk DMO (domestic market obligation), namun ternyata ada sejumlah penambang yang tidak memenuhi kewajibannya.

“Sehingga kekurangan itu terpaksa dipenuhi oleh mereka yang telah memenuhi DMO sebesar 25% dari total produksi,” ungkapnya.

Karena itu, Eddy meminta Kementerian ESDM menindak tegas sejumlah penambang yang tidak memenuhi kewajibannya tersebut

“Kami meminta Kementrian ESDM menindak tegas para pelanggar tersebut dan jika perlu, izinnya dicabut,” tegasnya.

“Dalam rangka pelaksanaan larangan ekspor batubara sepanjang bulan Januari 2022, kami juga mendesak Kementrian ESDM agar mengawasi dan memberikan sanksi yang tegas kepada penambang yang melakukan ekspor secara diam-diam,” tambah Eddy.

Terakhir, Eddy meminta dilakukan percepatan transformasi energi ke EBT, agar kemandirian energi Indonesia bisa dikuatkan.

“Kita harus lebih cepat mengembangkan berbagai proyek energi terbarukan, khususnya solar, geothermal, termasuk energi transisi yaitu gas, agar sumber energi kita terdiversifikasi secara merata, agar tidak tergantung pada sumber energi tertentu saja,” tuturnya.

Semakin cepat kita bisa menghadirkan gas, tenaga panas bumi, solar sebagai _additional source of energy_ kita, akan semakin cepat juga kemandirian energi di dalam negeri akan terwujud,” tutup Anggota DPR RI Dapil Kota Bogor dan Kabupaten Cianjur ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published.