Pimpinan Komisi VII: BRIN Harus Integrasikan Riset di Kementerian dan Lembaga

Presiden Jokowi melebur Kemristek ke dalam Kemdikbud. Kini, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) yang dulu berada di bawah Kemenristek akan berdiri menjadi satu lembaga tersendiri.

Wakil Ketua Komisi VII DPR Eddy Soeparno mengatakan BRIN harus menjadi lembaga yang mampu mengintegrasikan seluruh riset yang dilakukan kementerian dan lembaga. Dia berharap tak ada dualisme soal riset yang dilakukan kementerian dan lembaga secara bersamaan.

“Kami berharap bahwa BRIN akan menjadi lembaga yang mampu mengintegrasikan semua kewenangan yang terkait riset pengembangan yang ada di seluruh kementerian dan lembaga. Sehingga semuanya dilaksanakan secara terintegrasi, terkoordinasi, terarah dalam satu arah komando yang ditetapkan oleh BRIN,” kata Eddy, dilansir dari Kumparan.com, Rabu (21/4/2021).

“Sehingga tidak ada dualisme riset atau pengembangan terhadap hal yang sama yang dilakukan oleh dua kementerian atau dua lembaga yang berbeda,” lanjutnya.

Terkait siapa yang sesuai menjadi kepala BRIN, Eddy menyerahkan sepenuhnya keputusan kepada Presiden Jokowi. Dia yakin Jokowi akan memilih sosok yang kompeten.

“Saya kira siapa pun yang akan menjadi Kepala BRIN, itu sudah ada di benak Presiden dan Presidenlah yang paling mengetahui siapa yang paling pantas layak dan kompeten menduduki jabatan Kepala BRIN. Kita akan hormati keputusan Presiden apa pun dan siapa pun yang akan ditunjuk oleh beliau,” ujarnya.

Selain itu, Sekjen PAN ini menambahkan, BRIN seharusnya mendapatkan anggaran yang cukup untuk mengkoordinir semua riset yang dilakukan di negara. Dengan demikian, ia berharap BRIN menjadi lembaga yang tangguh.

“BRIN juga harus diberikan anggaran yang mencukupi memadai atau mengkoordinir anggaran yang ada di kementerian dan lembaga terkait pengembangan dan riset. Sehingga BRIN betul-betul memiliki fungsi dan peran yang tangguh dalam melaksanakan riset dan inovasi nasional,” tandas Eddy.

Leave a Reply

Your email address will not be published.