Wacana IPO PT Pertamina adalah Suatu Keniscayaan

Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Eddy Soeparno mengatakan Initial Public Offering (IPO) untuk yang pertama kalinya yang akan dilakukan oleh PT Pertamina (Persero), adalah suatu keniscayaan jika perusahaan pelat merah tersebut ingin menjadi perusahaan yang bertaraf internasional.

IPO ini sendiri merupakan proses sebuah perusahaan untuk menawarkan sahamnya agar dapat dibeli oleh masyarakat umum melalui Bursa Efek.

“Buat saya, IPO adalah sebuah keniscayaan, yakni sesuatu yang mau atau tidak pasti akan terjadi. Sebab, kalau Pertamina ingin menjadi world class players, itu tidak akan mungkin dengan dana sendiri,” kata Eddy, dilansir dari Media Indonesia, Selasa (30/6).

“Apalagi dengan kebutuhannya yang begitu besar, seperti yang disampaikan dalam paparan Dirut Pertamina yakni sebesar 133 miliar dollar AS,” lanjutnya.

Hal itu ia ungkapkan saat Rapat Dengar Pendapat Komisi VII DPR RI dengan PT. Pertamina di Gedung Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (29/6).

Menurut politikus Fraksi PAN ini, IPO itu harus terjadi, meskipun kapan waktunya nanti.

Eddy menjelaskan, bagaimanapun juga pemegang saham tidak akan mungkin injeksi modalnya secara terus menerus kepada Pertamina.

“IPO ini sejak dahulu telah menjadi wacana, tetapi karena pergantian dari Direksi Pertamina itu relatif cepat, maka hal ini berubah lagi. Sehingga akhirnya rencana yang sudah dijalankan cukup panjang itu akhirnya batal, berubah bentuk dan format namun tujuannya tetap IPO, tetapi tidak pernah terealisasi,” ucapnya.

Ia berpendapat, Komisi VII DPR RI perlu diyakinkan bahwa kebutuhan dana Pertamina nantinya bisa dipenuhi melalui IPO.

“IPO adalah salah satu cara untuk mendapatkan pendanaan. Kita perlu kepastian terhadap hal itu. Ini merupakan alternatif yang perlu ditempuh. Tetapi IPO ini pasti juga akan menyisakan pertanyaan terkait bagaimana Pertamina ke depannya. Sejak restrukturisasi ini diumumkan, Pertamina jadi apa sekarang,” pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published.