DPP PAN Rapat Bahas Perolehan Pileg hingga Petugas KPPS yang Meninggal

Partai Amanat Nasional (PAN) menggelar rapat membahas proses pemilu yang saat ini tengah memasuki proses penghitungan suara. Rapat dilaksanakan secara tertutup di DPP PAN di Jalan Senopati, Senayan, Jakarta Selatan.

Rapat dihadiri Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan, Sekjen PAN Eddy Soeparno, juga para wakil ketua umum partai. Sejumlah pengurus PAN hadir yaitu Bara Hasibuan, Bima Arya yang juga menjabat sebagai Wali Kota Bogor, Mulfachri Harahap, hingga Totok Daryanto.

“Pada sore hari ini, kita melakukan pertemuan terbatas bersama ketua umum, para wakil ketua umum, dari sejumlah wakil ketua umum yang diundang. Memang sebagian masih menunggu dan masih berada di dapil masing-masing, terutama mereka yang maju sebagai calon anggota legislatif. Tetapi kita hadir hari ini bersama ketua umum dan 5 wakil ketua umum,” ujar Sekjen PAN Eddy Soeparno di DPP PAN, Jakarta, Sabtu (4/5).

Ilustrasi Partai Amanat Nasional Foto: Fitra Andrianto/kumparan

“Yang kita sampaikan disini Mungkin sifatnya belum komprehensif pada pertemuan (yang) masih berlangsung, tetapi intinya kita membahas dan mengevaluasi hasil legislatif, baik itu hasil legislatif dari Partai Amanat Nasional, maupun proses dari pelaksanaan pemilu itu sendiri,” lanjutnya.

Tidak hanya itu, dalam rapat juga dibahas mengenai banyaknya petugas KPPS yang meninggal dalam mengawal proses pemilu. PAN merasa hal ini mengkhawatirkan dan perlu masuk sebagai evaluasi pemilu serentak.

“Sampai sekarang kita tahu bahwa korban dari pemilu ini bertambah jumlah mereka yang menjaga TPS, yang menjadi saksi itu bertambah korban yang meninggal dan kita sangat prihatin terhadap kondisi tersebut,” ucapnya.

Sementara itu, Wakil Ketua Umum PAN yang juga menjabat sebagai Wali Kota Bogor, Bima Arya mengatakan, kedatangannya pada rapat kali ini karena Ketum PAN Zulkifli Hasan meminta laporan terkait perolehan suara di seluruh dapil. Tidak hanya itu, dalam rapat ini juga dia menyampaikan laporan terkait proses penghitungan suara.

“Yang pertama, dari ketua umum meminta laporan, masukan terkait dengan perolehan suara di seluruh dapil, termasuk juga proses perhitungan suara. Bagaimana dari PPK, beralih ke tahap yang lebih tinggi dan mengonfirmasi ya mengapa begitu banyak korban yang jatuh begitu,” ujar Bima sebelum meninggalkan kantor DPP PAN.

Sumber : Kumparan.com

Leave a Reply

Your email address will not be published.