Eddy Soeparno Fokus Siapkan Lapangan Kerja untuk Milenial

Heibogor.com – Tingkat pengangguran di Indonesia masih relatif tinggi. Tidak hanya lulusan SMA/SMK, banyak lulusan sarjana juga tidak mendapatkan pekerjaan yang layak. Hal itu, dikatakan Sekretaris Jenderal Partai Amanat Nasional (Sekjen PAN) Eddy Soeparno saat menjadi pembicara dalam acara KOPDAR Gerakan Milenial Indonesia (GMI) se-Jawa Barat di Grand Parahyangan Estate, Cimahpar, Bogor, Minggu (10/2/19).
Dalam kegiatan yang dihadiri kurang lebih 500 milenial ini, Eddy mengungkapkan, Indonesia saat ini, memasuki bonus demografi di mana jumlah usia produktif lebih banyak dibandingkan usia non produktif. Kondisi ini, seharusnya menjadi kesempatan emas yang bisa dimanfaatkan untuk mendorong angkatan kerja produktif dalam meningkatkan pembangunan ekonomi Indonesia. Namun, kondisi ekonomi yang terjadi saat ini, lapangan kerja yang tersedia tidak mampu memenuhi tenaga kerja yang ada sehingga membawa dampak negatif terhadap bonus demografi.
“Saya keliling ke pelosok negeri, saya tanyakan apa yang menjadi masalah mereka dan hampir sebagian besar masalahnya ada di lapangan kerja. Jangankan lulusan SMA/SMK yang belum dapat kerja, yang S1 saja sekarang banyak yang jadi tukang ojek, yang lulus S2 sekarang kerjanya di rumah makan cepat saji karena susah dapet kerja,” ungkap Caleg DPR RI Dapil Kota Bogor dan Kabupaten Cianjur itu.
Eddy menjelaskan, tahun 2004 saat ia menjadi Wakil Ketua Badan pemenangan Calon Presiden Amien Rais, kondisi pengangguran tidak separah saat ini. Dulu 2004, 1% pertumbuhan ekonomi bisa menyerap 400 ribu angkatan kerja. Saat ini, 1% pertumbuhan ekonomi hanya meraup 200-250 ribu angkatan kerja. Ini artinya banyak tenaga kerja yang tidak terserap.
Menurut Eddy, penyediaan lapangan kerja harus menjadi fokus utama agar Indonesia benar-benar siap menyambut bonus demografi yang puncaknya akan terjadi pada tahun 2030 mendatang. “Jangan sampai nanti kesempatan emas bonus demografi justru malah menjadi bencana demografi hanya karena pondasi ekonomi kita tidak kuat dan ketersediaan lapangan kerja tidak memadai,” katanya.
Eddy juga berpesan kepada milenial untuk meningkatkan kualitas diri masing-masing agar mampu berdaya saing dan tidak mudah dikalahkan bangsa lain. “Menyambut bonus demografi, anak muda Indonesia harus menjadi raja di negerinya sendiri, mereka tidak boleh dikalahkan oleh pekerja asing yang ada di Indonesia,” tutupnya.
Sumber : Heibogor.com

Leave a Reply

Your email address will not be published.