PAN Abaikan Desakan Amien Rais Mundur: Mereka Pendiri Tak Aktif

Sebanyak 4 orang yang mengaku pendiri PAN mendesak agar Ketua Dewan Kehormatan, Amien Rais, mengundurkan diri. Desakan itu berkaitan langsung dengan sikap Amien yang dianggap terlalu bermanuver dalam menentukan kebijakan partai, khususnya pilpres 2019.

Menanggapi hal tersebut, Sekjen DPP PAN, Eddy Soeparno, mengatakan akan mengabaikan imbauan tersebut. Sebab, mereka yang mengaku pendiri bukanlah pendiri yang masih aktif dan kini tidak memiliki dukungan yang kuat.

“Mereka pendiri PAN yang sudah lama tidak aktif dan tidak punya akar di partai. Selain daripada itu mereka adalah pendukung paslon yang tidak diusung oleh DPP PAN. Saya pribadi akan mengabaikan imbauan mereka,” kata Eddy kepada wartawan, Rabu (26/12).

Dia pun memastikan bahwa para kader PAN lainnya tetap menjalankan instruksi yang sama yaitu memenangkan pileg dan pilpres sehingga tak akan terpengaruh dengan persoalan itu.

“Saya pastikan seluruh kader PAN solid dalam menjalankan instruksi Ketua Umum untuk memenangkan kontestasi pemilu dan pilpres 2019,” jelasnya.

“Kita meminta seluruh pihak di internal PAN maupun mereka yang memiliki keterkaitan dengan PAN untuk menjaga keutuhan partai dan tidak membuat suasana keruh sehingga timbul persepsi bahwa PAN rapuh. Di dalam PAN tetap solid dan tak ada perpecahan di internal partai,” lanjutnya.

Soal surat terbuka yang ditulis 4 pendiri partai itu, Eddy mengaku belum menerimannya secara resmi. Namun, ia meminta agar seniornya itu bisa menghormati proses politik yang ada di DPP

“Belum ada surat yang disampaikan ke DPP. Kami menghormati posisi mereka yang menulis surat tersebut tapi kita meminta mereka menghormati posisi kami di DPP PAN yang solid mendukung pak Amien Rais, terkait posisi dan pandangan politiknya,” pungkasnya.

Sebelumnya, 4 orang pendiri PAN yang meminta Amien Rais mundur dari jabatannya yaitu Abdilah Toha, Albert Hasibuan, Goenawan Mohammad, Toety Herati, Zumrotin.

“Saudara Amien Rais sejak mengundurkan diri sebagai ketua umum PAN sampai sekarang, baik secara pribadi maupun mengatasnamakan PAN, sering kali melakukan kiprah dan manuver politik yang tidak sejalan dengan prinsip-prinsip (PAN) itu,” ucap Albert dalam keterangan tertulis, Rabu (26/12).

“Sudah saatnya Saudara mengundurkan diri dari kiprah politik praktis sehari-hari, menyerahkan PAN sepenuhnya ke tangan generasi penerus, dan menempatkan diri Saudara sebagai penjaga moral dan keadaban bangsa serta memberikan arah jangka panjang bagi kesejahteraan dan kemajuan negeri kita,” imbuhnya.

Sumber : Kumparan

Leave a Reply

Your email address will not be published.