Eddy Soeparno: PAN Harus Kuat di Legislatif agar Pemerintahan Prabowo Efektif

Sekjen Partai Amanat Nasional (PAN) Eddy Soeparno menegaskan partainya berkomitmen untuk memenangkan pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut 2, Prabowo Subianto – Sandiaga Uno.

“Sejak awal deklarasi PAN yang merupakan bagian dari koalisi Prabowo – Sandi berkomitmen memenangkan Pilpres 2019,” kata Eddy dalam keterangan tertulisnya kepada Kompas.com, Jumat (19/10/2018).

“Hal itu bisa dilihat dari road show yang kita lakukan selama tiga minggu ini di Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Jawa Barat ke lebih dari 50 kabupaten kota dengan membawa Sandiaga Uno.

Kita perkenalkan Sandi kepada seluruh kader PAN, tokoh masyarakat, tokoh agama dan masyarakat umum di daerah tersebut,” tambahnya.

Hal ini disampaikan Eddy sekaligus untuk meluruskan pertanyaannya bahwa PAN akan lebih fokus memenangkan pileg 2019 ketimbang pilpres.

“Yang saya sampaikan, sebagai bagian dari koalisi dan mengemban tugas partai, PAN harus kuat di legislatif. Karena jika nanti pasangan Prabowo-Sandi menang, maka legislatif yang kuat akan menjadikan pemerintahan yang efektif,” ujarnya.

Dia menjelaskan, PAN punya target minimal meraih 60 kursi DPR RI. Hal itu tidak akan tercapai jika kader PAN tidak bekerja keras.

“Selain bekerja memenangkan Pilpres tentu kita juga bekerja keras untuk memenuhi target yang sudah kita canangkan,” kata dia.

Saat menjadi narasumber dalam rilis survei PolMark Indonesia, di Jakarta, Kamis (18/10/2018), Eddy Soeparno mengakui partainya lebih fokus untuk memenangi pemilu legislatif ketimbang pemilu presiden 2019.

Menurut dia, banyak kader PAN menyadari bahwa eksistensi partainya akan tergerus karena tak mempunyai tokoh yang diusung di Pilpres.

“Saya menerima WhatsApp, SMS, wah ternyata yang kita pilih itu bukan kader. Kalau kita sekarang keluar teriak-teriak Pak Prabowo, yang dapat angin positifnya Gerindra, bukan PAN,” kata Eddy.

“Akhirnya tersadarkan ujung-ujungnya kita harus bergerak untuk memenangkan pileg,” tambah Eddy.

Eddy meyakini tak hanya PAN, namun semua parpol lain yang tidak mempunyai perwakilan di Pilpres 2019 akan lebih fokus di Pileg.

Dalam kesempatan itu, ia juga mengakui ada sejumlah calon anggota legislatif yang diusung partainya menolak untuk ikut mengkampanyekan pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Sumber : Kompas.com

Leave a Reply

Your email address will not be published.