Disurati PA 212, PAN: Rekomendasi Ijtima Ulama GNPF bukan Harga Mati

AKURAT.CO, Rekomendasi Ijtima Ulama dan Tokoh Nasional yang digelar oleh Gerakan Nasinal Pengawal Fatwa Ulama (GNPF) tidak menjadi patokan politik partainya di Pilpres 2019.

Sekretaris Jenderal DPP Partai Amanat Nasional (PAN), Eddy Soeparno, menyatakan surat PA 212 untuk mengikuti rekomendasi Ijtima Ulama Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF), akan dijadikan pertimbangan.

“Soal surat PA212 wajib ikuti ijtima ulama. Saya sampaikan bahwa kami dari awal menghormati ijtima ulama, kami jadikan bahan pertimbangan dan renungan paling dalam dan itu bentuk kami untuk membahas agenda pilpres di Rakernas 2018,” kata Eddy di kantor Para Syndicate, Jakarta Selatan, Jumat (3/8).

Lebih lanjut Eddy, menyebutkan sikap partainya tidak bisa disetir oleh siapapun karena seluruh keputusan partai termasuk mendukung atau mengusung siapa pasangan calon Presiden maupun calon Wakil Presiden di Pilpres 2019 tetap mengikuti keputusan internal partainya sendiri.

Menurut Eddy, PAN sendiri akan menentukan sikap politiknya usai Rapat Kerja Nasional (Rakernas) yang digelar pada tanggal 6-7 Agustis 2018 nanti di Jakarta.

“Kami partai politik punya proses dan mekanisme tersendiri untuk menentukan arah pilpres 2019,” tegasnya.

Ia juga mengatakan bahwa apapun keputusan partai nanti baik dari PAN secara personal partai maupun keputusan partai koalisi terus melakukan komunikasi politik dan menggodog seluruh nama yang muncul untuk diusung. Dengan demikian Eddy, menegaskan kepada siapapun termasuk kepada PA 212 agar tidak terlalu sensitif dan mengedepankan ego sektoral dalam “menyetir” koalisi.

“Dinamika sekarang beda. Percayalah baik di kubu A atau kubu B sekarang masih melakukan komunikasi politik yang intensif,” tuturnya.

“2019 bukan kontestasi mencari pemimpin 5 tahun ke depan, tapi hasilkan koalisi yang permanen untuk jangka waktu panjang 40-45 tahun atau lebih sehingga kebijakan nasional tetap stabil,” pungkasnya.

Dalam Surat terbuka PA 212 meminta agar partai koalisi keummatan mengikuti hasil Ijtima Ulama yakni memutuskan paket cawpres cawapres, (Prabowo-Salim atau Prabowo-UAS).[]

 

 

Sumber : AKURAT.CO

Leave a Reply

Your email address will not be published.